Punya Utang Rp 70 T, Bos Garuda: Kami Fokus Pemulihan Kinerja

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
03 June 2021 19:21
Penjelasan Irfan Setiaputra Soal Kondisi Garuda Indonesia (CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero), Irfan Setiaputra menyampaikan saat ini perseroan sedang fokus dalam upaya memperbaiki kinerja perseroan.

Seperti diketahui, Garuda sedang menghadapi beban finansial yang cukup berat, antara lain utang yang mencapai Rp 70 triliun. Ditambah lagi, bisnis maskapai di masa pandemi Covid-19 menghadapi situasi yang sulit lantaran kebijakan pembatasan sosial yang berimbas pada menurunnya pendapatan.

Berdasarkan laporan keuangan terakhir yang disampaikan perusahaan, hingga kuartal III-2020 lalu, perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar US$ 1,14 miliar atau sekitar Rp 16 triliun, secara year to date. Angka ini turun 68% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2019.


Sementara, pendapatan penumpang turun 71%, kargo turun 26%, dan pendapatan dari keberangkatan haji hilang total, atau turun hingga 100%.

"Saat ini kami jajaran manajemen Garuda berkeinginan untuk fokus dan memaksimalkan upaya dalam upaya pemulihan kinerja serta berbagai program strategis yang tengah dijalankan Perusahaan," kata Irfan, dalam pesan tertulis kepada CNBC Indonesia, Kamis (3/6/2021).

Seperti diketahui, emiten bersandi GIAA ini juga sedang mempersiapkan empat skema penyelamatan perusahaan. Beberapa opsi tersebut mulai dari konsolidasi, restrukturisasi, efisiensi, hingga transformasi perusahaan ke depannya.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia Prasetyo mengatakan, opsi-opsi yang akan diambil perusahaan saat ini masih dalam pembahasan mendalam bersama dengan Kementerian BUMN dan kementerian terkait lainnya.

"Opsi mana yang akan dipilih, saya rasa pasti nanti akan memberikan yang terbaik buat Garuda. Itu yang penting," kata Prasetyo di kantor Garuda Indonesia, Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (2/6/2021).

Dia menjelaskan, salah satu langkah yang saat ini dilakukan perusahaan adalah melakukan negosiasi dengan lessor pesawat. Upaya tersebut, kata Prasetyo, masih terus. berlangsung melalui komunikasi yang intens. Sebab, menurut dia, perusahaan masih membutuhkan armada pesawat untuk menjaga pendapatan perusahaan.

"Kami dengan lessor masih berkoordinasi dan mereka telah memberikan dukungan agar armada tetap dipertahankan karena hubungan dengan lessor ini penting agar armada bisa di-maintenance supaya kami tetap memperoleh revenue dari operasi. Terus kami berkomunikasi, bersinergi, bentuknya seperti apa ya nanti kami lihat perkembangannya," ujar Prasetyo.

Salah satu pihak yang juga diajak untuk berkomunikasi mengenai kondisi perusahaan saat ini adalah DPR RI. Manajemen Garuda Indonesia baru saja melakukan pertemuan dengan Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel bersama dengan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Martin Manurung.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading