Saham BGTG Jadi Jawara, Saham Lippo & MNC Diobral

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
28 May 2021 16:30
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham bank mini (bank dengan modal inti Rp 1-5 triliun) PT Bank Ganesha Tbk (BGTG) berhasil ditutup menjadi pemuncak 'klasemen' pada paruh kedua perdagangan hari ini, Jumat (28/5/2021).

Di pihak 'pecundang', ada saham emiten teknologi dan 'kendaraan' investasi Grup Lippo PT Multipolar Tbk (MLPL) dan duo Grup MNC, PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) dan PT MNC Investama Tbk (BHIT) yang ambruk lebih dari 6%.

Di samping itu, ada saham emiten menara telekomunikasi Grup Djarum PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) yang tersungkur sebagai top losers, setelah adanya aksi jual bersih (net sell) oleh asing.


Setelah sempat melorot ke teritorial merah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup menguat hari ini. IHSG naik tipis 0,12% ke posisi 5.848,616 pada penutupan sesi II perdagangan, Jumat (28/5).

Menurut data BEI, ada 202 saham terapresiasi, 271 saham turun dan 171 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 12,92 triliun dan volume perdagangan mencapai 23,26 miliar saham.

Investor asing pasar saham masuk ke indonesia dengan catatan beli bersih asing mencapai Rp 343,32 miliar di pasar reguler. Sementara, asing mencatatkan beli bersih di pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp 955,39 miliar.

Berikut 5 saham top gainers dan losers sesi II hari ini (28/5).

Top Gainers

  1. Bank Ganesha (BGTG), saham +34,40%, ke Rp 168, transaksi Rp 144,6 M

  2. Berkah Beton Sadaya (BEBS), +24,75%, ke Rp 630, transaksi Rp 43,0 M

  3. Surya Citra Media (SCMA), +9,38%, ke Rp 1.575, transaksi Rp 50,3 M

  4. Putra Rajawali Kencana (PURA), +8,15%, ke Rp 146, transaksi Rp 97,7 M

  5. Bank Bumi Arta (BNBA), +7,93%, ke Rp 885, transaksi Rp 33,6 M

Top Losers

  1. Multipolar (MLPL), saham -6,93%, ke Rp 470, transaksi Rp 222,7 M

  2. MNC Kapital Indonesia (BCAP), -6,90%, ke Rp 6,90, transaksi Rp 135 M

  3. MNC Investama (BHIT), -6,45%, ke Rp 58, transaksi Rp 113,1 M

  4. Wintermar Offshore Marine (WINS), -6,43%, ke Rp 131, transaksi Rp 12,9 M

  5. Sarana Menara Nusantara (TOWR), -5,24%, ke Rp 1.175, transaksi Rp 74,3 M

Mengacu pada data di atas, saham BGTG berhasil melonjak tajam 34,40% ke Rp 168/saham. Nilai transaksi saham ini tercatat sebesar Rp 144,6 miliar.

Dalam seminggu terakhir saham BGTG berhasil melejit 48,67%, sementara dalam sebulan terkerek 44,83%.

Kabar terbaru, melalui public expose yang dilaksanakan 19 Mei 2021 lalu, manajemen Bank Ganesha menyatakan perseroan memiliki rencana untuk melirik ke pasar lifestyle banking dan menjangkau segmen generasi muda, melalui sinergi dan kerja sama dengan mitra-mitra strategis.

Pihak manajemen juga menyampaikan bahwa saat ini mereka telah bekerja sama dengan beberapa fintech, terutama dalam penyaluran kredit.

Ke depannya Bank Ganesha berencana untuk mengembangkan kerja sama dengan G-Tech, perusahaan yang tergabung dalam Grup MAP yang berfokus peningkatan digital engagement konsumen.

Kerja sama ini dilakukan untuk pengembangan e-Commerce MAP eMall serta e-money Gpay sehingga dapat menjangkau jaringan customer yang lebih luas.

Di kubu top losers, saham MLPL ambruk hingga menyentuh auto rejection bawah (ARB) 6,93% ke Rp 470/saham.

Ini adalah kali kedua dalam pekan ini saham MLPL melemah.

Kemarin, saham MLPL ambles 4,72% ke Rp 505/saham. Amblesnya saham MLPL terjadi setelah saham ini terus melaju di zona hijau sejak 17 Mei-25 Mei. Penguatan MLPL tersebut hanya dihentikan sehari akibat suspensi oleh pihak bursa pada 20 Mei.

Kendati ARB, saham MLPL masih melejit 29,83% dalam sepekan dan 'terbang' 161,11% dalam sebulan belakangan.

Sama seperti saham MLPL, duo saham Grup MNC, BCAP dan BHIT sama-sama ambles lebih dari 6%. Saham BCAP longsor 6,90% ke Rp 135/saham, sementara saham BHIT melorot 6,45% ke Rp 58/saham.

Anjloknya kedua saham tersebut lantaran para pelaku pasar mulai melakukan aksi ambil untung (profit taking), setelah pada perdagangan kemarin keduanya berhasil melonjak tajam hingga menjadi top gainers.

Tidak hanya saham MLPL dan dua saham Grup MNC, saham TOWR juga anjlok 5,24% ke Rp 1.175/saham. Amblesnya saham TOWR ini terjadi seiring adanya aksi jual bersih oleh asing sebesar Rp 21,54 miliar.

Tercatat sekuritas asing dengan kode broker YU, yang adalah CGS-CIMB Sekuritas Indonesia, mencatatkan net sell tertinggi di antara broker lainnya.

Dalam sepekan saham TOWR ambles 2,08%, sementara dalam sebulan tumbuh 6,82%.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Baca Juga
Features
    spinner loading