Sempat Dekati 5.900, IHSG Bertahan di Zona Hijau pada Sesi 1

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
28 May 2021 11:46
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sesi pertama Jumat (28/5/2021) di jalur hijau, meski belum mampu menyentuh level psikologis 5.900.

Menurut data PT Bursa Efek Indonesia, IHSG berakhir di level 5.843,611 atau menguat hanya 1,78 poin (+0,03%). Penguatan terus melambat jika dibandingkan dengan posisi pembukaan pagi yang sempat menguat 0,57% ke 5.875,27.

Indeks acuan bursa saham nasional tersebut menyentuh level tertinggi perdagangan hari ini di level 5.891,472 dan kemudian terus berangsur melemah hingga penutupan sesi 1. Nilai transaksi bursa tercatat sebesar Rp 6,7 triliun dengan 14 miliaran saham berpindah tangan 719.000-an kali.


Sebanyak 175 saham naik, 271 melemah dan 182 sisanya stagnan. Investor asing membukukan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 268,12 miliar di pasar reguler. Ditambah transaksi di pasar negosiasi, mereka di paruh pertama perdagangan hari ini mencetak net buy Rp 361,9 miliar.

Saham yang diburu investor asing terutama adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan nilai pembelian masing-masing sebesar Rp 263,5 miliar dan Rp 72,5 miliar. Kedua saham bank BUMN tersebut kompak menguat masing-masing sebesar 4,6% dan 1,3% menjadi Rp 4.130 dan Rp 5.825/saham.

BBRI pun menduduki posisi sebagai saham yang paling ramai ditransaksikan hari ini dengan total nilai transaksi sebesar Rp 549,6 miliar, disusul saham PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) dengan nilai transaksi Rp 411,7 miliar. Hanya saja, saham BABP drop 3,1% ke Rp 157/unit.

Sebaliknya, aksi jual asing menimpa saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dengan nilai masing-masing sebesar Rp 28,1 miliar dan Rp 15,8 miliar. Saham BBCA menguat 1,3% menjadi Rp 31.750/unit dan VALE tumbuh 2,4% menjadi Rp 4.700/saham.

Penguatan bursa nasional ini mengekor reli bursa Amerika Serikat (AS) yang juga bergerak di jalur hijau meski terbatas. Indeks Dow Jones menguat hanya 0,4% ke 34.464.64 sedangkan indeks S&P 500 bertambah 0,12% menjadi 4.200,88.

Data klaim pengangguran AS memberi kejutan dengan hanya 406.000 klaim tunjangan pengangguran baru per pekan lalu, atau lebih baik dari survey Dow Jones yang mengestimasikan angka 425.000. Ini merupakan angka terendah di era pandemi. Sementara itu, Kementerian Perdagangan memprediksi Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 6,4% di kuartal II-2021.

Namun, pasar masih menyimpan kekhawatiran terkait dengan kasus Covid-19 di dalam negeri mengingat ada 5.034 kasus baru per Rabu (26/5/2021), naik dibandingkan dengan pertengahan Mei yang sempat turun ke level 3000-an kasus per hari. Total kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1,79 juta di tengah ketakutan akan ledakan penularan pasca libur Lebaran.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading