Dolar AS Bangkit, Harga Emas Sekarang Woles Dulu

Market - Tirta, CNBC Indonesia
27 May 2021 10:12
FILE PHOTO: Gold bullion is displayed at Hatton Garden Metals precious metal dealers in London, Britain July 21, 2015. REUTERS/Neil Hall/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas sempat tembus US$ 1.900 tetapi tak kuat sampai penutupan. Harga si logam kuning saat ini sedang terkoreksi di tengah rebound indeks dolar yang sudah ambles signifikan satu bulan terakhir. 

Harga emas cenderung melemah tipis 0,08% hari ini, Kamis (27/5/2021). Di arena pasar spot harga emas dibanderol di US$ 1.894/troy ons. Sebenarnya kemarin harga emas sempat tembus US$ 1.900 dalam perdagangan intraday. Namun emas balik arah. 


Saat ini penghambat emas untuk lanjut reli adalah indeks dolar yang mulai take off. Indeks yang mengukur posisi greenback terhadap mata uang lain tersebut mencoba kembali ke level 90.

Sudah hampir dua bulan dolar AS terus menerus melemah karena dibayangi kebijakan moneter longgar di tengah kenaikan inflasi yang tinggi. Namun yang patut diperhatikan adalah arah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserves (The Fed). 

Dalam risalah rapatnya akhir April lalu, anggota komite pengambil kebijakan The Fed mulai mendiskusikan tentang kemungkinan tapering. Hal ini disampaikan dalam rapat. Pengaturan pembelian aset bakal mulai direncanakan jika perekonomian konsisten di jalur pemulihan. 

Seperti diketahui bersama, ekonomi AS terus bergeliat dengan dukungan stimulus fiskal dan kebijakan moneter longgar. Pembukaan kembali perekonomian serta gencarnya vaksinasi membuat likuiditas yang berlimpah mulai cepat berpindah tangan memunculkan fenomena inflasi. 

Tren pengangguran juga terus menurun walaupun masih belum kembali ke level pra-pandemi. Saat inflasi tinggi tetapi kebijakan moneter masih longgar maka emas diuntungkan. 

Namun jika pengetatan moneter terjadi, emas berpeluang kembali dilego karena terjadi peningkatan opportunity cost dalam memegang aset yang tak produktif. Namun jika melihat sikap The Fed yang masih dovish untuk saat ini harga emas masih berpeluang reli. Apalagi jika melihat volatilitas di aset kripto yang begitu tajam. 

Sentimen risk on risk off di pasar terus berubah dengan cepat. Anjloknya harga Bitcoin cs dan naiknya harga emas dalam sebulan terakhir menunjukkan bahwa investor mulai kembali konservatif. Ini menjadi sinyal bullish untuk emas. 

Dalam jangka pendek, target harga emas masih di US$ 1.900. Setelah level tersebut berhasil ditembus maka peluang emas untuk lanjut ke US$ 2.000 lagi semakin terbuka lebar. 


[Gambas:Video CNBC]

(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading