Wall Street Bergerak Variatif, Dow Jones Masih Tertekan

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
26 May 2021 20:58
FILE PHOTO: People pose next to the Wall Street Bull in the financial district in New York, U.S., August 10, 2017. REUTERS/Eduardo Munoz/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka menguat tipis cenderung variatif pada perdagangan Rabu (26/5/2021) didorong sinyal kemunculan pemulihan ekonomi.

Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 79 poin pada pukul 08:30 waktu setempat (20:30 WIB) dan selang 20 menit berbalik minus 6,9 poin (-0,02%) ke 34.305,59. S&P 500 naik 0,4 poin (+0,01%) ke 4.188,57 dan Nasdaq lompat 43,75 poin (+0,32%) ke 13.700,92.

Optimisme pembukaan kembali ekonomi di AS mengemuka setelah angka harian kasus baru Covid-19 turun ke bawah 25.000 dan nyaris separuh penduduk AS menerima suntikan vaksinasi minimal 1 dosis.


Dari pasar kripto, harga Bitcoin kembali menguat dan melewati angka US$ 40.000 pada Rabu, menurut Coin Metrics. Pada 19 Mei, mata uang kripto ini sempat menyentuh US$ 30.001,5. Saham Tesla, yang dikenal sebagai promotor Bitcoin, menguat 0,5%.

Investor bakal memantau kebijakan dan perkembangan terbaru seputar belanja infrastruktur AS yang akan mendorong aktivitas ekonomi. Anggota Senat dari kubu Republik berencana mengajukan penawaran program infrastruktur ke Presiden Joe Biden senilai US$ 1 triliun.

Pada Selasa kemarin, indeks S&P 500 berakhir melemah 0,2% menyusul koreksi saham energi, sementara Nasdaq ditutup flat sedangkan Dow Jones Industrial Average tertekan 81,52 poin, atau -0,2%. Saham maskapai penerbangan, kapal penumpang, dan peralatan bangunan melesat.

Saham United Airlines melompat 1,5% setelah mengumumkan bahwa penjualan tiket domestik telah melampaui level pada tahun 2019. Saham Royal Caribbean dan Norwegian Cruise Line kompak menguat 3,6%.

"Volatilitas yang rendah, bursa yang bergerak flat, melemahnya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS, dan volume perdagangan yang rendah-pada Selasa sangat terasa seperti transaksi jelang liburan. Dengan kata lain, rasanya... normal," tutur Direktur Pelaksana Goldman Sachs Chris Hussey, dalam laporan riset yang dikutip CNBC International.

Dia menilai kondisi tersebut menarik, karena ekspektasi pemulihan ekonomi belum sepenuhnya tercermin dari pergerakan kemarin. Hari ini investor memantau pidato Wakil Ketua bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) Randal Quarles terkait dengan kepastian ditahannya moneter longgar meski inflasi sedang meninggi.

Di sisi lain, para bos bank-bank raksasa di AS bakal memberikan pernyataan di depan Komite Perbankan Senat, di antaranya JPMorgan Chase, Bank of America, Citigroup, Wells Fargo, Goldman Sachs dan Morgan Stanley.

Beberapa emiten yang akan merilis kinerja keuangan di antaranya adalah NVIDIA.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Saham Tesla Ambrol 4%, Dow Jones Dibuka Anjlok 347 Poin


(ags/ags)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading