Wow! Bitcoin Masih Kuat Nanjak 3,5%, Ini Harganya Sepekan

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
09 May 2021 07:23
A Bitcoin (virtual currency) coin is seen in an illustration picture taken at La Maison du Bitcoin in Paris, France, June 23, 2017. REUTERS/Benoit Tessier/

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga mata uang kripto (cryptocurrency) dengan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar Bitcoin masih terus merangkak naik dalam sepekan belakangan.

Menurut data Investing.com, pada Minggu (5/9/2021), pukul 06.31 WIB, harga koin yang diciptakan pada 2009 silam ini naik 2,72% dibandingkan hari sebelumnya di harga US$ 58.576,9/koin atau setara dengan Rp 820,07 juta/koin (asumsi kurs US$ 1 = Rp 14.000).


Sementara, dalam seminggu Bitcoin memerah sebanyak dua kali, yakni pada Selasa (4/5/2021) ketika melorot ke US$ 53.741,5/koin dan pada Kamis (6/5/2021) turun menjadi US$ 56.405,4. Adapun dalam sepekan, harga Bitcoin sudah terkerek sebesar 3,54%.

Semenjak mencapai kenaikan harga tertinggi sepanjang masa (all time high) pada 13 April lalu di US$ 63.445,64, Bitcoin masih belum bisa kembali ke level US$ 60.000. Bahkan, koin digital yang dibuat oleh seseorang atau sekelompok orang dengan nama Satoshi Nakamoto ini sempat terjun ke US$ 48.946,94 pada 25 April 2021.

Hari ini Bitcoin akan mencoba menjajal level psikologis terdekat, US$ 59.500, sebelum bisa menembus kembali US$ 60.000. Seiring dengan segala perdebatan yang muncul mengenai mata uang kripto, sejumlah institusi dan perusahaan mulai dan bahkan sudah mempertimbangkan Bitcoin untuk masuk ke dalam portofolio mereka.

Terbaru, perusahaan pembayaran digital Square milik bos Twitter Jack Dorsey mendapatkan berkah kenaikan harga Bitcoin yang signifikan di laporan keuangan kuartal I tahun ini. Dikutip dari CNBC International, Kamis (6/5/2021), pendapatan triwulan pertama Square naik menjadi US$ 5,06 miliar, naik 266% secara tahunan (year-on-year/yoy), sebagian besar berkat keuntungan dalam pendapatan Bitcoin.

Adapun laba bersih untuk kuartal tersebut sebesar US$ 39 juta. Square melaporkan pos pendapatan dari Bitcoin U$ 3,5 miliar, naik 11 kali lipat secara yoy.

Namun, laba kotor Bitcoin tercatat hanya US$ 75 juta, atau sekitar 2% dari pendapatan. CEO Square Jack Dorsey mengatakan Square melihat Btcoin berpotensi untuk memiliki mata uang asli.

"Fokus kami, pertama dan terpenting, adalah memungkinkan ... Bitcoin menjadi mata uang asli ... Ini menghilangkan banyak friksi untuk bisnis kami. Dan kami percaya sepenuhnya bahwa ini menciptakan lebih banyak peluang untuk pemberdayaan ekonomi di seluruh dunia," tambah Dorsey.

CNBC International mencatat, selain menawarkan kepada pengguna kemampuan untuk membeli dan menjual Bitcoin di Cash App, perusahaan juga meluncurkan Cryptocurrency Open Patent Alliance (COPA) yang merupakan yayasan open source untuk paten crypto untuk melindungi komunitas.

Square sendiri membeli Bitcoin senilai US$ 50 juta pada bulan Oktober tahun lalu dan menambah Bitcoin senilai US$ 170 juta pada bulan Februari. Manajemen Square mengatakan, per 31 Maret, perusahaan telah kehilangan US$ 20 juta pada investasi Bitcoin untuk kuartal ini. Kendati, nilai wajar investasinya adalah US$ 472 juta, mengacu pada harga pasar yang dapat diamati.

Sementara, sebelumnya firma kustodi kripto NYDIG menjelaskan, sejumlah pelanggan bank di Amerika Serikat (AS) bakal segera bisa membeli dan menjual Bitcoin dalam beberapa bulan ke depan. Ini terjadi seiring NYDIG akan bekerja sama dengan raksasa fintech AS Fidelity National Information Services (FIS) untuk memungkinkan bank-bank di negeri Paman Sam menyediakan bitcoin.

Menurut presiden NYDIG Yan Zhao, sejumlah bank melihat prospek Bitcoin seiring para pelanggan bank mengirim dolar mereka ke Coinbase dan 'dompet' uang kripto lainnya. Sebelumnya, kenaikan luar biasa Bitcoin pada tahun ini ditopang pembelian besar-besaran yang dilakukan oleh perusahaan papan atas, termasuk pembuat mobil listrik besutan miliarder Elon Musk, Tesla Inc.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading