Duh! Lima Saham Ini Bikin Buntung Saat Mau Lebaran

Market - Tirta, CNBC Indonesia
08 May 2021 18:12
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Beberapa saham yang ditransaksikan di bursa minggu ini harus menduduki jajaran top losers setelah nilai kapitalisasi pasarnya anjlok hingga 17%. Deretan saham yang menghuni top loser's group minggu ini didominasi oleh saham yang volatilitas pergerakan harga hariannya sangat tajam.

Harga saham PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU) yang bergerak di bidang perdagangan produk kayu anjlok 18,2%. Sebelumnya di akhir April harga saham ini sempat melesat tajam dalam waktu singkat. Seperti biasa, setelah itu harga saham KAYU anjlok dalam. 

Saham yang tak kalah boncos dengan KAYU adalah saham emiten pengembang properti bernama PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA). Saham ini juga drop 18% dalam seminggu. Apabila dicermati saham NZIA merupakan saham yang tidak likuid dan bergerak dengan volatilitas tinggi. 


Kemudian saham lain yang nilai kapitalisasi pasarnya juga turun hingga 18% adalah saham PT First Media Tbk (KBLV). Saham yang bergerak dalam bidang penyediaan jasa broadband communication network ini harus merasakan kena auto reject bawah (ARB) beberapa kali. Saham pun tidak likuid ditransaksikan. 

Beralih ke emiten jasa pelabuhan yaitu PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (PORT). Saham ini anjlok 17,7% dalam sepekan. Menariknya saham ini tidak memiliki tren alias bergerak sideways dalam enam bulan terakhir. Namun fluktuasi hariannya cenderung tajam dan saham ini sangat jarang ditransaksikan.

Terakhir ada saham PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR). Saham ini juga anjlok 17,7% dalam seminggu terakhir. Berbeda dengan saham PORT yang bergerak sideways, saham AGAR sempat uptrend sejak awal April. Namun lagi-lagi saham ini juga jarang ditransaksikan di bursa. 

INFOGRAFIS Sepekan, Daftar Saham Top Gainers Top Losers SepekanFoto: Infografis/ Daftar Saham Top Gainers Top Losers Sepekan/ Edward Ricardo
INFOGRAFIS Sepekan, Daftar Saham Top Gainers Top Losers Sepekan

Di tengah adanya tekanan terhadap IHSG yang membuat indeks sulit kembali ke level 6.000, alangkah lebih bijak jika investor terutama ritel lebih memperhatikan saham-saham dengan cermat. Jangan hanya karena IHSG sedang lesu dan saham-saham blue chip terus terkoreksi jadi membeli saham-saham yang penuh kolesterol. 

Bagi yang toleransi terhadap risikonya rendah, jelas tidak disarankan membeli saham-saham seperti itu dan tanpa pertimbangan matang. Bukannya untung malah buntung jadinya.


[Gambas:Video CNBC]

(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading