Saham TINS Ngamuk, TBIG & Bank Aladin Terpuruk

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
04 May 2021 17:05
Layar pergerakan perdagangan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Selasa (24/11/2020). (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten produsen timah-nikel pelat merah PT Timah Tbk (TINS) berhasil menjadi top gainers pada perdagangan hari ini, Selasa (4/5/2021). Naiknya saham TINS berbarengan dengan menguatnya saham emiten nikel lainnya.

Berbeda nasib, saham emiten menara telekomunikasi Grup Saratoga, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) dan saham bank yang baru berganti nama menjadi Bank Aladin Syariah, PT Bank Net Indonesia Syariah Tbk (BANK) kompak terbenam sebagai top losers.

Setelah sempat melorot ke zona merah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya menguat hari ini. IHSG naik tipis 0,19% ke posisi 5.963,820 pada penutupan sesi II perdagangan, Selasa (4/5).


Menurut data BEI, ada 223 saham naik, 251 saham ambles dan 169 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 9,29 triliun dan volume perdagangan mencapai 18,49 miliar saham.

Investor asing pasar saham masuk ke bursa domestik dengan catatan beli bersih asing mencapai Rp 209,74 miliar di pasar reguler. Sementara, asing mencatatkan beli bersih di pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp 206,63 miliar.

Berikut 5 saham top gainers dan losers sesi II hari ini (4/5).

Top Gainers

  1. Bank Oke Indonesia (DNAR), saham +17,95%, ke Rp 230, transaksi Rp 16,6 M

  2. Kapuas Prima Coal (ZINC), +10,53%, ke Rp 168, transaksi Rp 172,0 M

  3. Sentul City (BKSL), +9,59%, ke Rp 80, transaksi Rp 66,4 M

  4. Kresna Graha Investama (KREN), +9,26%, ke Rp 177, transaksi Rp 28,0 M

  5. Timah (TINS), +6,98%, ke Rp 1.840, transaksi Rp 276,2 M

Top Losers

  1. Wismilak Inti Makmur (WIIM), saham -5,66%, ke Rp 750, transaksi Rp 34,2 M

  2. Tower Bersama Infrastructure (TBIG), -4,81%, ke Rp 2.570, transaksi Rp 250,6 M

  3. ICTSI Jasa Prima (KARW), -4,76%, ke Rp 120, transaksi Rp 5,9 M

  4. DMS Propertindo (KOTA), -4,08%, ke Rp 282, transaksi Rp 53,9 M

  5. Bank Net Indonesia Syariah (BANK), -3,76%, ke Rp 3.330, transaksi Rp 89,8 M

Berdasarkan data di atas, saham emiten BUMN tambang, TINS, berhasil melejit hingga top gainers sebesar 6,98% ke Rp 1.840/saham.

Dengan ini, saham TINS sudah melonjak 16,09% dalam sepekan, sementara dalam sebulan terdongkrak 14,29%.

Terkereknya saham TINS hari ini bersamaan dengan melonjaknya 5 emiten nikel lainnya. Sebut saja, saham Pelat Timah Nusantara (NIKL) melesat 7,88%, saham Vale Indonesia (INCO) menguat 6,78%, dan saham Antam (ANTM) terapresiasi 3,97%.

Namun, di tengah kenaikan saham ini, TINS kembali membukukan rugi bersih pada tahun lalu.

Sepanjang 2020, TINS kembali menanggung rugi bersih sebesar Rp 340,60 miliar. Angka ini menyusut ketimbang rugi bersih pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp 611,28 miliar. Seiring rugi bersih tersebut, pendapatan TINS juga merosot 21,33% menjadi Rp 15,22 triliun

Di sisi lain, saham emiten menara TBIG ambles sedalam 4,81% ke Rp 2.570/saham. Dengan pelemahan ini, TBIG melanjutkan koreksi pada Senin (3/5/2021), ketika anjlok 3,23%.

Adapun sepanjang tahun lalu, emiten milik Sandiaga Uno ini mencatatkan perolehan laba bersih sebesar Rp 1 triliun untuk periode laporan keuangan yang berakhir 31 Desember 2020. Jumlah itu naik 23,1% dari tahun lalu sebesar Rp 819,45 miliar.

Kenaikan laba perseroan ini sejalan dengan kenaikan pendapatan sebesar 13% menjadi Rp 5,32 triliun dari tahun sebelumnya Rp 4,69 triliun.

Tidak hanya TBIG, saham bank yang gencar dirumorkan sedang didekati induk e-commerce Shopee, Sea Ltd, BANK juga melorot 3,76% ke posisi Rp 3.330/saham. Nilai transaksi BANK sebesar Rp 89,8 miliar pada perdagangan hari ini.

Terbaru, Bank Aladin alias Bank Net membukukan pendapatan sebesar Rp 31,27 miliar sepanjang tahun 2020, turun 39,23% dari tahun sebelumnya dengan pendapatan mencapai Rp 51,47 miliar.

Turunnya pendapatan Bank Aladin mengakibatkan laba perusahaan ikut mengalami penyusutan. Sepanjang tahun 2020 Bank Aladin mencatatkan laba bersih senilai Rp 44,86 miliar, berkurang 41,96% dari tahun sebelumnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA




[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading