Didera Aksi Ambil Untung, Wall Street Dibuka Merah

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
22 April 2021 21:06
Trader Timothy Nick works in his booth on the floor of the New York Stock Exchange, Thursday, Jan. 9, 2020. Stocks are opening broadly higher on Wall Street as traders welcome news that China's top trade official will head to Washington next week to sign a preliminary trade deal with the U.S. (AP Photo/Richard Drew)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka di zona merah pada perdagangan Kamis (22/4/2021), menyusul aksi jual pemodal merealisasikan keuntungannya berdasarkan kabar kinerja keuangan emiten yang terkonfirmasi positif.

Indeks Dow Jones Industrial Average drop 66,65 poin (-0,2%) pada pukul 08:30 waktu setempat (20:30 WIB) dan 30 menit kemudian menjadi minus 154,4 poin (-0,45%) ke 33.982,92. S&P 500 turun 11,65 poin (-0,28%) ke 4.161,77. Nasdaq surut 22,5 poin (-0,16%) ke 13.927,68.

Pada Rabu, bursa saham AS menguat, dan menghentikan koreksi selama 2 hari berturut-turut, setelah emiten siklikal yang kinerjanya terkait erat dengan pembukaan kembali ekonomi menguat. Indeks Dow dan S&P 500 kompak menguat 0,93% dan Nasdaq melesat 1,19%.


Saham berkapitalisasi pasar kecil mendapat dorongan penguatan dengan indeks Russell 2000 berakhir menguat 2,35%, menjadi reli harian terbaik sejak 1 Maret. indeks Dow dan S&P 500 pun tinggal 1% lagi mencetak rekor tertinggi baru, di tengah optimisme pemulihan ekonomi.

Sejauh ini emiten kakap membukukan kinerja yang sesuai dan bahkan melampaui ekspektasi pasar. Namun, hal itu hanya menjawab ekspektasi yang terbangun sejak tahun lalu dan awal tahun ini di mana saham-saham di Wall Street telah menguat lebih dulu.

"Kejutan kuatnya laba bersih per saham yang positif sepertinya akan berlanjut, tapi valuasi yang terangkat itu kini menjadi pervasif. Sentimen terlalu optimistis dan ada potensi perubahan perpajakan menjadi sentimen buruk," tutur Maneesh Deshpande, Kepala Perencana Derivatif Saham Barclays, dalam laporan risetnya, dikutip CNBC International.

Namun demikian, perseroan menargetkan indeks S&P 500 akhir tahun ini bisa menguat hingga menyentuh 4.400, yang setara dengan penguatan sebesar 6% dari sekarang.

Pada hari ini, pelaku pasar masih memantau rilis kinerja keuangan emiten per kuartal I-2021 di antaranya dari Southwest Airlines, AT&T, American Airlines, Union Pacific, Intel, Mattel, dan Seagate Technology.

Saham Southwest Airlines naik 0,8% setelah maskapai penerbangan itu mengumumkan bahwa pemesanan perjalanan terus meningkat dan perseroan menargetkan pendapatan dan bebannya bakal impas pada Juni.

Rugi bersih perseroan pada kuartal I-2021 juga lebih rendah dari ekspektasi pasar. Sementara itu, saham American Airlines malah berbalik negatif setelah perseroan mengumumkan arus kasnya telah berbalik positif pada akhir kuartal kemarin, di luar pembayaran utang.

Saham Dow ambles lebih dari 4% terkena aksi ambil untung setelah emiten kimia tersebut membukukan kinerja keuangan yang melampaui ekspektasi. Namun, saham perseroan sepanjang tahun berjalan masih terhitung melesat lebih dari 10%.

Rilis data ekonomi juga memberikan gambaran pemulihan ekonomi dengan klaim tunjangan pengangguran baru sebanyak 574.000, atau lebih baik dari ekspektasi ekonom dalam polling Dow Jones yang memperkirakan angka 603.000.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading