Warna Merah Mayoritas Bursa Asia, kecuali Hang Seng & Kospi

Market - Chandra Dwi, CNBC Indonesia
20 April 2021 16:48
bursa saham asia

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar saham Asia mayoritas ditutup melemah pada perdagangan Selasa (20/4/2021), di tengah tekanan aksi jual (profit taking) yang menimpa mayoritas bursa di seluruh dunia.

Hanya indeks Hang Seng Hong Kong dan KOSPI Korea Selatan yang berakhir di zona hijau pada hari ini, di mana indeks Hang Seng ditutup menguat 0,1% ke level 29.135,73 dan KOSPI berakhir melesat 0,68% ke 3.220,70.

Sedangkan sisanya ditutup di zona merah pada hari ini. Indeks Nikkei Jepang ambruk 1,97% ke posisi 29.100,38, Shanghai Composite China melemah 0,13% ke 3.472,94, STI Singapura terkoreksi 0,55% ke 3.192,17, dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terdepresiasi 0,23% ke 6.038,32.


Indeks saham Nikkei di Jepang ambruk pada hari ini disebabkan karena pelaku pasar khawatir akan kemungkinan melonjaknya kembali kasus aktif virus corona (Covid-19) di kota-kota besar di Jepang, yang dikhawatirkan akan memperlambat pemulihan ekonomi di Negeri Sakura tersebut.

Tokyo dan Osaka dapat kembali ke-keadaan darurat karena kasus aktif Covid-19 yang kembali melonjak. Jepang pada April menempatkan kedua prefektur tersebut serta wilayah lainnya di bawah "keadaan semu darurat" tetapi langkah-langkah tersebut tidak banyak membantu membalikkan tren sejauh ini.

Sementara indeks Hang Seng mampu bertahan karena dorongan kenaikan saham keuangan di Hong Kong, di mana saham sektor keuangan berakhir 0,4% lebih tinggi pada hari ini.

Pelemahan bursa saham Asia terjadi setelah bank sentral China (People Bank of China/PBoC) mempertahankan suku bunga acuannya.

PBoC mempertahankan suku bunga kredit acuan 1 tahun di level 3,85%, sementara untuk suku bunga kredit acuan 5 tahun tetap di level 4,65%.

Beberapa pelaku pasar Asia merespons negatif terkait pelemahan bursa saham Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (19/4/2021) waktu setempat.

Pasar saham AS merah merona setelah saham-saham konsumer dan teknologi Paman Sam dilego oleh investor jelang minggu yang sibuk ini karena emiten-emiten teknologi raksasa di Wall Street siap melaporkan kinerja keuanganya.

Aksi lego ini menyebabkan saham-saham teknologi FAANG bergerak bervariatif cenderung terkoreksi jelas pengumuman rilis kinerja kuartal pertama tahun 2021. Tercatat saham Facebook dan Amazon berakhir merah, sementara Apple, Netflix, dan Google berakhir hijau.

Kejatuhan saham Tesla juga menyeret indeks teknologi Nasdaq setelah emiten besutan Elon Musk ini sahamnya terkoreksi 3% setelah adanya laporan mengenai mobil Tesla yang kecelakaan di Texas dan menyebabkan 2 orang meninggal. Banyak spekulasi di pasar mengenai apakah mobil yang kecelakaan ini menggunakan fasilitas autopilot Tesla.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading