Erick Thohir: Kita Jangan Terjebak Impor-impor Terus!

Market - Muhammad Iqbal, CNBC Indonesia
20 April 2021 08:53
Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) dalam acara penandatanganan Intercreditor Agreement (ICA) Holding Perkebunan dengan seluruh Anggota Kreditur Sindikasi USD dengan SMBC Singapore selaku Agen Fasilitas.

Jakarta, CNBC Indonesia - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) telah menandatangani Intercreditor Agreement (ICA) dengan seluruh Anggota Kreditur Sindikasi USD dengan SMBC Singapore selaku Agen Fasilitas.

Penandatanganan perjanjian amandemen tersebut merupakan bentuk aksesi atas Perjanjian Perubahan Induk atau Master Amendment Agreement (MAA) Transformasi Keuangan PTPN Group yang sebelumnya telah ditandatangani oleh perseroan dengan para kreditur dalam negeri secara bertahap sejak 29 Januari hingga 15 Maret 2021.

Penandatanganan ICA dilakukan secara sirkuler antara Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Mohammad Abdul Ghani dengan direksi dari 18 kreditur pinjaman sindikasi USD serta SMBC Singapore selaku Agen Fasilitas.

Fasilitas Sindikasi USD dengan limit USD 390.600.000 ini merupakan bagian dari restrukturisasi kredit PTPN Grup yang nilainya mencapai + Rp 45,3 triliun dengan utang perbankan mencapai Rp 41 triliun.



Saat menghadiri acara itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menginginkan ada perubahan mendalam di PTPN.

"Nah di sinilah PTPN, tidak hanya kita ingin restrukturisasi keuangan, tapi restrukturisasi manajemen, restrukturisasi struktur, dan juga restrukturisasi produk," kata Erick seperti dikutip dari akun Instagramnya.


"Jangan kita terjebak daripada impor-impor terus. Yang di mana kita sebenarnya bisa memproduksi sendiri," lanjutnya.

Menurut Erick, kepercayaan ini tidak boleh disalahgunakan. "Mudah-mudahan kepercayaan ini kita bisa kasih lihat buktinya, bukan lip service," katanya.

[Gambas:Instagram]




[Gambas:Video CNBC]

(miq/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading