Oh No! Semua Bursa Asia Cerah, hanya IHSG yang Merana

Market - Chandra Dwi, CNBC Indonesia
19 April 2021 16:43
People walk past an electronic stock board showing Japan's Nikkei 225 index at a securities firm in Tokyo Wednesday, Dec. 11, 2019. Asian stock markets have risen following a report President Donald Trump plans to delay a tariff hike on Chinese goods. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Asia mayoritas ditutup menguat pada perdagangan Senin (19/4/2021), seiring dengan sikap pelaku pasar yang masih merespons positif terkait data ekonomi di China.

Tercatat indeks Nikkei Jepang ditutup menguat tipis 0,01% ke level 29.685,37, Hang Seng Hong Kong menguat 0,47% ke 29.106,15, Shanghai Composite China melesat 1,49% ke 3.477,55, STI Singapura tumbuh 0,25% ke 3.209,72, dan KOSPI Korea Selatan naik tipis 0,01% ke 3.198,84.

Sementara untuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini ditutup melemah 0,55% ke level 6.052,54.


Pasar Saham di China berakhir terbang karena melesatnya saham kendaraan energi baru di China, di mana indeks kendaraan energi baru CSI melonjak 6,3% setelah peluncuran automated-driving solutions Huawei pada Minggu (18/4/2021) kemarin.

Pelaku pasar Asia juga masih merespons positif terkait data pertumbuhan ekonomi China, di mana ekonomi China meningkat tajam pada kuartal pertama tahun 2021, yakni sebesar 18,3%, setelah sempat merosot dalam akibat pandemi virus corona (Covid-19) pada tahun lalu.

Selain itu, pemulihan ekonomi China juga didorong oleh permintaan yang lebih kuat di dalam dan luar negeri serta berlanjutnya dukungan pemerintah untuk perusahaan-perusahaan kecil.

Investor di Asia hari ini juga memantau saham Alibaba di Hong Kong menyusul perkembangan penyidikan kasus Ant Group dan pendirinya yakni miliarder Jack Ma. Saham Alibaba di bursa Hong Kong anjlok 1,7% setelah Ant Group membantah berita Reuters.

Melalui cuitannya, perseroan menyebutkan bahwa berita Reuters tidak benar, karena perseroan tidak sedang mencari upaya agar Jack Ma mundur dari perseroan. Ant Group menyebut berita tersebut "tak benar dan tak berdasar."

Sementara itu, harga kontrak berjangka (futures) indeks saham Amerika Serikat (AS) cenderung mixed hari ini (WIB), setelah indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average mencetak rekor baru akhir pekan lalu.

Musim laporan keuangan dimulai pekan lalu dengan mayoritas bank raksasa AS merilis kinerja keuangan yang memenuhi ekspektasi pasar.

Pekan ini, ada 10 emiten konstituen indeks Dow Jones yang merilis kinerja per kuartal I-2021 berbarengan dengan 72 konstituen indeks S&P 500. Saham Coca-Cola, IBM dan United Airlines termasuk di antaranya.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading