Jangan Nafsu dengan Bitcoin, Saham Ternyata Lebih Cuan Lho!

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
18 April 2021 18:10
A bitcoin logo is seen at a facility of the Youth and Sports Ministry in Caracas, Venezuela February 23, 2018. REUTERS/Marco Bello

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga bitcoin sekali lagi mencetak rekor tertinggi sepanjang masa US$ 64.899,97/BCT pada Rabu (14/4/2021) lalu. Jika dilihat posisi akhir 2020 hingga ke rekor tersebut, harga bitcoin sudah melesat lebih dari 120%.

Sejak tahun lalu, bitcoin masih belum berhenti menanjak. Hal tersebut tentunya membuat pelaku pasar tergiur mencari cuan di pasar mata uang kripto, apalagi uang kripto lain seperti ethereum, ripple dan lain-lainnya juga membukukan penguatan yang lebih besar lagi. Ethereum sepanjang tahun ini melesat nyaris 250%, sementara itu ripple meroket lebih dari 670%.

Setelah mencapai level tertinggi tersebut, pasar mata uang kripto berbalik merosot. Sejak akhir tahun 2020 hingga hari ini (year-to-date/YtD), penguatan bitcoin tersisa 90%, ethereum 185%, dan ripple 500%.


Meski terpangkas cukup tajam, tetapi kenaikan tersebut sangat jauh lebih tinggi ketimbang indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang hanya naik 1,79% YtD.

Tetapi jangan salah, jika melihat pergerakan emiten di IHSG, kenaikan bitcoin bahkan ripple akan terlihat kecil.

Melansir data Refinitiv, to gainer di IHSG sepanjang tahun ini adalah PT Telefast Indonesia Tbk. (TFAS). Saham TFAS sudah terbang lebih dari 1200% YtD. Kenaikan TFAS tersebut 12 kali lipat lebih besar ketimbang bitcoin.

Sementara itu di urutan kedua, ada PT Zebra Nusantara Tbk. (ZBRA) yang melesat 908% YtD, sembilan kali lipat lebih tinggi ketimbang kenaikan bitcoin. Kemudian di posisi ketiga ada PT Matahari Putra Prima Tbk. yang naik 570% YtD, nyaris 6 kali lipat dari kenaikan bitcoin.

Kenaikan tajam bitcoin CS memang menggiurkan, tetapi sebenarnya berinvestasi di saham juga bisa mendapat cuan yang jumbo lagi.

Sementara dari risiko, saham saham dikategorikan sebagai investasi high risk high return, bitcoin juga bisa dikatakan sama. Tetapi, risiko investasi di saham bisa lebih terukur ketimbang bitcoin.

Di pasar saham Indonesia, penurunan saham maksimal dalam satu hari perdagangan yakni 7%. Artinya ketika saham suatu emiten turun hingga 7% maka akan terkena Auto Rejection Bawah (ARB), dan tidak bisa turun lebih dalam lagi.

Sementara bitcoin, harganya bisa merosot tampa batas alias terjun bebas. Pada perdagangan hari ini, Minggu (18/4/2021) harga bitcoin sempat merosot lebih dari 17%. Pada 12 Maret 2020, harga bitcoin bahkan ambrol lebih dari 26% dalam sehari.

Melihat pergerakan tersebut, di tahun ini berinvestasi di saham sebenarnya lebih menguntungkan dengan risiko yang lebih rendah ketimbang di bitcoin atau mata uang kripto lainnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading