Data Ekonomi Moncer, Wall Street Cetak Rekor Lagi di Opening

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
15 April 2021 21:44
Markets Wall Street. (AP/Courtney Crow)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (15/4/2021), menyambut rilis data ekonomi yang menggembirakan dan kinerja keuangan emiten unggulan yang terbukti lebih baik dari ekspektasi.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 200 poin pada pukul 08:30 waktu setempat (20:30 WIB) dan 1 jam kemudian bertambah menjadi 263,7 poin (+0,78%) ke 33.994,61. S&P 500 naik 36,5 poin (+0,88%) ke 4.161,14 dan Nasdaq bertambah 156,1 poin (+1,13%) ke 14.013,98.

Harga saham Citigroup naik lebih dari 2% di pembukaan setelah perseroan mencetak kinerja kuartal I-2020 yang lebih baik dari estimasi analis. Pendorongnya adalah pendapatan divisi bank investasi yang masih kuat dan menurunnya pencadangan.


Namun, saham Bank of America malah ambles 1% setelah perseroan melaporkan laba bersih kuartal kemarin melesat berkat bisnis trading dan bank investasi, serta pengurangan pencadangan. Saham Pepsi bertambah 0,3% setelah melaporkan kenaikan penjualan hingga 7%.

Penjualan ritel Maret melesat 9,8% atau mendekat proyeksi beberapa ekonom (yang mengestimasikan kenaikan sebesar 10%) berkat bantuan langsung tunai (BLT) sebesar US$ 1.400. Capaian itu jauh lebih baik dari median konsensus Dow Jones yang memperkirakan pertumbuhan sebesar 6,1%.

Di sisi lain, klaim tunjangan pengangguran baru sepanjang pekan lalu yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS tercatat hanya sebesar 576.000 atau jauh lebih baik dari proyeksi ekonom dalam polling Dow Jones yang memperkirakan angka 710.000 unit klaim.

Pasar pun menguat dipacu ekspektasi pembukaan kembali ekonomi dan kucuran stimulus bernilai triliunan dolar. Indeks S&P 500 telah meroket nyaris 10% pada 2021 dengan saham energi dan keuangan menjadi pendorong utama reli.

"Saya sangat bullish, dan anda betul bahwa kita juga harus mewaspadai defisit [APBN]... jika kita tak mencetak pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dalam 10 tahun ke depan," tutur Larry Fink, CEO BlackRock dalam wawancara dengan CNBC International.

Pada Rabu kemarin, saham teknologi berbalik menguat berkat lonjakan saham Tesla sebesar 1%. Platform transaksi mata uang kripto Coinbase juga melompat 9% di sesi awal perdagangan setelah mengumumkan bahwa investor kakap Ark Invest memborong saham perseroan.

Terkait dengan penanganan pandemi, panel yang dibentuk Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention) pada Rabu memutuskan menunda putusan terkait nasib vaksin besutan Johnson and Johnson yang diduga memicu penggumpalan darah penerimanya. Namun pasar menilai keputusan itu tak membahayakan program vaksinasi di AS.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading