Lagi, Bank Banten Catatkan Rugi Rp 308 Miliar di 2020

Market - Donald Banjarnahor, CNBC Indonesia
09 April 2021 12:35
Bank Banten

Jakarta, CNBC Indonesia- PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten/BEKS) mencatatkan rugi bersih Rp 308,16 miliar pada kinerja periode 2020.

Berdasarkan publikasi laporan keuangan 2020, kerugian ini membengkak dari rugi pada 2019 yang tercatat Rp 137,56 miliar.

Dengan posisi ini maka emiten yang dulu bernama Bank Pundi, ini telah mencatatkan rugi selama 6 tahun berturut-turut sejak 2014 lalu.


Kerugian ini membuat ekuitas Bank Banten tergerus lagi sehingga tersisa Rp 1,36 triliun. Padahal, pada tahun lalu, Bank Banten baru saja mendapatkan tambahan modal Rp 1,58 triliun melalui skema rights issue.

Lebih rinci, kerugian Bank Banten disebabkan karena pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) turun signifikan sehingga tersisa Rp 33,74 miliar. Hal ini seiring dengan amblesnya portofolio kredit dari Rp 5,21 triliun pada 2019 menjadi Rp 2,97 triliun pada 2020.

Turunnya kredit juga serta merta membuat total aset turun menjadi Rp 5,34 triliun dari sebelumnya Rp 8,1 triliun.

Bank Banten juga mencatatkan penurunan dari pendapatan administrasi dari Rp 35,78 miliar menjadi Rp 21,96 triliun. Adapun beban operasional turun dari Rp 308,66 miliar pada 2019 menjadi 294,64 miliar pada 2020.

Sementara itu, dari sisi dana pihak ketiga (DPK) terjadi pengurangan signifikan dari Rp 4,65 triliun pada 2019 menjadi Rp 2,42 triliun pada 2020. DPK yang lebih rendah dibandingkan dengan portofolio kredit mencerminkan rasio intermediasi (loan to deposits ratio/LDR) yang cukup tinggi.

Dalam siaran pers yang diterima CNBC Indonesia, terhitung 1 Januari 2020, Bank Banten mengimplementasikan PSAK No. 71 tentang "Instrumen Keuangan" yang mengatur salah satunya tentang metode ekspektasi kerugian kredit dalam rangka meningkatkan kualitas informasi termasuk poin penting tentang pencadangan atas penurunan nilai aset keuangan berupa piutang, pinjaman, atau kredit (CKPN).

Standar baru hitungan akuntansi ini mengubah secara mendasar metode penghitungan dan penyediaan cadangan kerugian akibat kredit macet.

"Implementasi PSAK 71 merupakan wujud nyata keseriusan kami dalam meningkatkan penerapan tata kelola dan memastikan bahwa Bank Banten senantiasa memenuhi standar serta ketentuan yang berlaku di sektor perbankan," ujar Direktur Utama Bank Banten, Agus Syabarrudin.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading