Bursa Asia Mayoritas Menguat Hari Ini, Semoga IHSG Juga

Market - Chandra Dwi, CNBC Indonesia
07 April 2021 08:42
Passersby are reflected on an electronic board showing the exchange rates between the Japanese yen and the U.S. dollar, the yen against the euro, the yen against the Australian dollar, Dow Jones Industrial Average and other market indices outside a brokerage in Tokyo, Japan, August 6, 2019.   REUTERS/Issei Kato

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar saham Asia kembali dibuka di zona hijau pada perdagangan Rabu (7/4/2021), setelah pada perdagangan Selasa (6/4/2021) mayoritas ditutup di zona merah.

Tercatat indeks Nikkei Jepang dibuka menguat 0,11%, Hang Seng Hong Kong dibuka tumbuh 0,56%, Shanghai Composite China naik tipis 0,01%, Straits Times Index (STI) Singapura terapresiasi 0,1%, dan KOSPI Korea Selatan menguat 0,14%.

Pasar saham Asia cenderung menghiraukan pelemahan pasar saham Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa waktu setempat.


Beralih ke AS, tiga indeks saham acuan global di Bursa New York (Wall Street) kompak melenggang ke zona merah di akhir perdagangan Selasa (6/4/2021) waktu setempat. Namun pelemahan Wall Street kemarin cenderung tipis.

Indeks Dow Jones Industrial memimpin pelemahan dengan koreksi 0,29%. Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing turun 0,1% dan 0,05%.

Penurunan harga saham Paman Sam terjadi ketika imbal hasil (yield) obligasi negara tenor 10 tahun yang sepanjang kuartal pertama menjadi momok bagi pelaku pasar saham lanjut menurun. Kini yield nominal berada di 1,65%.

Presiden Federal Reserve Cleveland Loretta Mester kepada CNBC International menyatakan bahwa dia tidak khawatir melihat perkembangan di pasar surat uang pemerintah. "Menurut saya imbal hasil obligasi yang meninggi bisa dipahami dalam konteks perbaikan outlook ekonomi."

Sementara itu, pelaku pasar di Asia lebih melihat penguatan pasar saham di Eropa pada perdagangan Senin waktu setempat, setelah adanya kabar bahwa separuh penduduk di Eropa dapat divaksinasi pada Juni tahun ini.

"Pasar saham AS melemah, sementara indeks saham di Eropa menguat pada Senin. Berita bahwa separuh penduduk Eropa akan dapat divaksinasi pada bulan Juni adalah snetimen positif untuk pasar," kata analis di ANZ Research dalam catatan pagi, dikutip dari CNBC International.

Pertemuan musim semi antara Bank Dunia (World Bank) dengan Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) masih berlangsung hingga kini, di mana pertemuan lembaga keuangan dunia tersebut dilakukan secara virtual.

IMF merevisi perkiraannya untuk ekonomi dunia. Pada Selasa (6/4/2021), organisasi moneter internasional tersebut mengatakan mereka mengharapkan pertumbuhan sebesar 6% pada tahun 2021, naik dari prediksi Januari yang sebesar 5,5%.

Sementara Kepala Ekonom Gita Gopinath mengatakan bahwa meskipun masih ada ketidakpastian seputar pandemi, "jalan keluar dari krisis kesehatan dan ekonomi ini semakin terlihat dan tentunya meningkat."

Analis di Commonwealth Bank of Australia mengatakan dalam catatan pada hari ini bahwa mereka tidak mengharapkan pertemuan Bank Dunia / IMF menjadi pendorong utama pasar keuangan.

"Pasar keuangan saat ini jauh lebih tenang dibandingkan tahun lalu. Jadi tidak ada dorongan bagi Menteri Keuangan (Menteri Keuangan) untuk berkumpul dengan komunikasi yang lebih keras untuk mendukung kepercayaan pada pemulihan ekonomi atau sistem keuangan," tulis mereka, dilansir dari CNBC International.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading