Bank Besar Akui Kena Margin Call, Wall Street Dibuka Merah

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
29 March 2021 20:49
Final numbers for the Dow Jones industrial average are displayed after the close of trading on the floor of the New York Stock Exchange (NYSE) in Manhattan in New York, U.S., October 11, 2018. REUTERS/Brendan McDermid

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka terperosok ke zona merah pada perdagangan Senin (29/3/2021), menyusul aksi jual saham perbankan yang dikabarkan terkena margin call.

Indeks Dow Jones Industrial Average drop 106,9 poin (-0,3%) pada pukul 08:30 waktu setempat (20:30 WIB) dan 15 menit kemudian surut menjadi minus 14,7 poin (-0,04%) ke 33.058,17. S&P 500 surut 8,1 poin (-0,2%) ke 3.966,42 dan Nasdaq turun 30 poin (-0,23%) ke 13.108,75.

Saham ViacomCBS dan Discovery berfluktuasi, meski sempat menguat di sesi pra-pembukaan. Keduanya diyakini terkena aksi likuidasi posisi Archegos Capital Management, sebagaimana dilaporkan oleh CNBC International.


Di pembukaan, saham Discovery sempat melompat lebih dari 2% sementara ViacomCBS anjlok 1,4%. Kedua saham media tersebut anjlok hingga 27% per saham akibat aksi jual Jumat pekan lalu. Di sisi lain, saham Boeing melompat 3% setelah Southwest Airlines dikabarkan memesan 100 pesawat 737 Max jet dengan 30 unit di antaranya tiba pada 2022.

Namun, aksi jual masif menimpa saham perbankan. Credit Suisse drop 13% setelah mengakui terkena forced sell (jual paksa) atas posisinya di short selling (jual kosong). Saham Nomura juga anjlok nyaris 15%. Saham Goldman Sachs anjlok lebih dari 3% dan JPMorgan Chase turun 1,4% setelah imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS melemah tipis.

"Meski beberapa pengelola dana terbelit persoalan ini, kami tak melihat kecelakaan dalam perdagangan itu bakal menekan sistem keuangan secara menyeluruh sehingga memicu gagal bayar pihak lain," tutur Bespoke Investment Group, dalam laporan riset yang dikutip CNBC International.

Pada Jumat, ketiga indeks utama bursa AS tersebut melesat, dengan reli Dow sebesar 450 poin. Indeks S&P 500 terkerek 1,7% dan menyentuh rekor tertinggi baru, sedangkan Nasdaq melompat 1,2%. Sepanjang Maret, Dow dan S&P 500 lompat masing-masing sebesar 6,9% dan 4,3%, sementara Nasdaq melemah 0,4%.

Investor memantau kemajuan rencana stimulus infrastruktur Presiden AS Joe Biden yang ditambah hingga US$ 3 triliun, dan akan diumumkan detilnya dalam kunjungan kerjanya ke Pittsburgh Rabu nanti. Sekretaris Gedung Putih Jen Psaki pada Minggu menyebutkan rencana itu dibagi menjadi dua: pertama, terkait infrastruktur; dan kedua, terkait layanan kesehatan.

Wall Street bakal libur untuk memperingati Jumat Agung. Pasar memantau data tenaga kerja Maret yang menurut dalam polling Dow Jones berujung pada estimasi 630.000 orang yang mendapat pekerjaan baru, sehingga angka pengangguran surut menjadi 6% dari semula 6,2%.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading