bank bjb Perkasa Hadapi Badai Covid-19 2020

Market - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
23 March 2021 15:40
Bank bjb

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb/BJBR) menjadi salah satu bank yang resilience atau tahan menghadapi gejolak pandemi Covid-19 pada 2020.

Terbukti dari Return of Investment (ROE) Bank BJBR yang saat ini yang sebesar 14,08%. Bahkan ROE Bank bjb ini tercatat lebih tinggi dibanding dengan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang berada di angka 9,33%.

Pandemi memang berdampak signifikan bagi perbankan di Indonesia. Kredit melemah, restrukturisasi menekan pendapatan bunga bersih ditambah lagi kenaikan NPL mendorong peningkatan CKPN.


Hal ini yang membuat beberapa bank, bahkan deretan bank-bank besar harus menelan pil pahit karena mencatatkan angka ROE yang rendah. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) misalnya ROE nya di kisaran 9,11% selanjutnya PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dikisaran 2,94%.

Adapun jajaran perbankan yang juga tahan banting adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) ROE-nya di angka 14,7% dan PT Bank Mega Tbk (MEGA) yang juga mencatat angka ROE tinggi di kisaran 16,52%.

Sebagai informasi, bank bjb mencatatkan laba bersih secara konsolidasi Rp 1,68 triliun sepanjang 2020, naik 8% dibandingkan 2019 senilai Rp 1,56 triliun.

Pencapaian laba ini melampaui industri perbankan yang mencatatkan laba terkontraksi 33% selama periode 2020 lalu. Total nilai aset yang dimiliki bank bjb pun tumbuh sebesar 14,08% year on year (y-o-y) menjadi Rp 140,93 triliun, dibandingkan aset pada 2019 senilai Rp 1,23 triliun.

Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi mengatakan capaian positif ini diperoleh berkat bisnis model bank yang resilient dan kemampuan adaptasi perusahaan yang agile sehingga kinerja perseroan senantiasa berada di dalam jalur yang sesuai harapan.

"Tahun 2020 adalah momen yang penuh dengan tantangan di seluruh lini kehidupan. Krisis kesehatan dan ekonomi memberikan tekanan yang sangat besar kepada industri perbankan nasional. Didorong oleh kekompakan dan kesungguhan kinerja seluruh insan perusahaan, bank bjb berhasil melewati 'tes tahan uji' ini dengan hasil yang menggembirakan," kata Yuddy.

Sementara sektor kredit yang menjadi salah satu penopang pertumbuhan laba, tumbuh 9,07% y-o-y menjadi Rp 95,21 triliun dari 2019 senilai Rp 87,29 triliun. Kemudian dana pihak ketiga (DPK) tercatat Rp 106,46 triliun, naik 19,1% dari sebelumnya Rp 89,35 triliun.

Perolehan laba ini didapatkan dari kenaikan pendapatan bunga bersih senilai Rp 6,5 triliun, naik 6,16% dibandingkan 2019 senilai Rp 6,08 triliun. Sementara fee based income bank bjb naik hampir 6% menjadi Rp 688,4 miliar dari posisi sebelumnya Rp 649,63 miliar.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading