Wapres Ma'ruf Amin Blusukan ke Proyek PTPP Cs, Ada Apa ya?

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
23 March 2021 10:18
Wapres Ma'ruf Amin Tinjau Progres Bendungan Way Sekampung Lampung, Ditargetkan Impounding Juli 2021. (PUPR)

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Kiai Ma'ruf Amin melakukan tinjauan pada Proyek Pembangunan Bendungan Way Sekampung di Kabupaten Pringsewu, Lampung, Senin kemarin (22/3).

Manajemen PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), salah satu BUMN konstruksi yang ikut dalam proyek ini, dalam keterangan resmi di Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan proyek ini masuk dalam program pembangunan prioritas dari Direktorat Jendral Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Jarot Wiyoko turut serta melakukan peninjauan, didampingi oleh jajaran manajemen dari BUMN konstruksi, yakni PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT), PT PP (Persero) Tbk. (PTPP), dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI).


"Sebagai tampungan air untuk menunjang Program Ketahanan Pangan Nasional di daerah Lampung dan sekitarnya, Bendungan Way Sekampung dibangun di atas lahan seluas 718,77 hektar meliputi sebagian besar di Kabupaten Pringsewu dan di Kabupaten Tanggamus," tulis manajemen ADHI, dalam keterangan resmi, Selasa (23/3).

Kebutuhan lahan ini, meliputi acces road seluas 4,82 hektare, tapak bendungan dan fasilitas konstruksi seluas 158,33 hektare, serta luas genangan sebesar 555,59 hektare.

Bendungan ini terdiri atas, jalan dan jembatan, bangunan pelimpah (spillway), bangunan pengambilan, fasilitas hidromekanikal, bangunan pengelak (terowongan), cofferdam dan bendungan utama, hingga fasilitas penunjang lainnya.

Pelaksanaan pembangunan dilakukan selama kurun waktu 5 tahun, yakni sejak September 2016 hingga September 2021 dengan masa pemeliharaan selama 450 hari. Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai 92,33%.

Bendungan ini direncanakan dapat digunakan sebagai penyediaan air irigasi untuk sistem intensifikasi dengan area seluas 55.373 hektare dengan peningkatan intensitas tanam hingga 270%, dan untuk pengembangan rumbia extension dengan potensi seluas 17.334 hektare.

Selain itu, bendungan ini akan dimanfaatkan sebagai pemenuhan kebutuhan air baku untuk Kota Bandar Lampung, Branti dan Kota Metro hingga 2.482 liter per detik dan sebagai pembangkit listrik tenaga microhydro (PLTM) dengan daya hingga 5,4 mega watt.

Tak hanya itu, desainnya juga diperuntukkan bagi para wisatawan kota Lampung dan sekitar untuk dijadikan sebagai destinasi pariwisata yang baru.

Pembangunan Bendungan Way Sekampung dibagi menjadi empat paket pekerjaan dengan kontraktor masing-masing paket satu dikerjakan oleh kontraktor PTPP-PT Ashfri (KSO), paket dua oleh Waskita Karya-Adhi Karya(KSO), paket tiga PTPP-Ashfri (KSO), dan paket empat Waskita Karya.

Sebelumnya, manajemen PTPP juga menargetkan penyelesaian dua bendungan yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) di tahun ini. Kedua bendungan ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp 1,66 triliun.

Dua bendungan yang dimaksud adalah Bendungan Way Sekampung Paket I & III yang berlokasi di Lampung dan Bendungan Pidekso di Jawa Tengah (Jateng).

Sekretaris Perusahaan PTPP Yuyus Juarsa mengatakan penyelesaian pembangunan proyek bendungan yang menjadi PSN merupakan salah satu Program pemerintah untuk mendukung ketahanan air dan pangan nasional.

"Pekerjaan pembangunan bendungan ini tidak dihentikan oleh Pemerintah selama masa pandemic Covid-19 dimana hal tersebut dilakukan untuk menjaga target penyelesaian PSN serta menjaga kesinambungan roda perekonomian Indonesia...," kata Yuyus Juarsa dalam siaran persnya, Rabu (10/3/2021).

Proyek pembangunan Bendungan Way Sekampung Paket I terletak di Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Proyek yang memiliki nilai kontrak sebesar Rp 923 miliar tersebut dikerjakan dengan masa pelaksanaan selama 1.645 hari dan memiliki masa pemeliharaan selama 450 hari.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading