Proyeksi Broker

'Hostile Takeover' Partai Demokrat, Ada Ngaruhnya ke IHSG?

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
08 March 2021 08:46
AHY/ Syakirun Niam/CNN Indonesia Foto: AHY/ Syakirun Niam/CNN Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - Pergerakan bursa saham domestik di awal pekan ini berpeluang berbalik menguat (rebound) di tengah katalis kenaikan bursa saham Wall Street AS sejalan dengan stimulus jumbo yang disetujui Senat AS.

Meski demikian, pada Jumat pekan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir di zona merah dengan pelemahan 0,51% ke posisi 6.258,74 poin karena dibayangi tekanan jual.

Data perdagangan menunjukkan, nilai transaksi mencapai Rp 16,41 triliun dengan frekuensi sebanyak 1,26 juta kali. Pelaku pasar asing tercatat melakukan aksi jual bersih senilai Rp 957 miliar.

Pengamat pasar saham PT MNC Asset Management, Edwin Sebayang menuturkan, di awal pekan ini, pasar saham domestik berpeluang akan menguat seiring penguatan indeks Dow Jones (DJIA) sebesar 1,85%, indeks EIDO (iShares MSCI Indonesia Investable Market Index Fund/ETF) sebesar 0,53% serta rebound-nya harga beberapa komoditas seperti minyak, nikel dan timah di tengah ancaman kenaikan yield obligasi tenor 10 tahun.

Edwin juga mencermati, ancaman bukan hanya datang dari naiknya yield obligasi 10 tahun (US Treasury), tetapi juga datang dari kondisi sosial dan politik di dalam negeri yang diperkirakan akan memanas di hari ke depan.

Hal ini menyusul terjadinya hostile takeover alias kudeta kepemimpinan atas salah satu partai politik di Indonesia yakni Partai Demokrat oleh pejabat aktif pemerintah di mana dalam Pemilu tahun 2019 Partai Demokrat memperoleh suara 7,77% atau setara dengan jumlah pemilih 10,876,507 orang.

Menurutnya, kekhawatiran akan terjadinya konflik fisik baik di aras vertikal dan horisontal berpeluang terjadi di seluruh wilayah Indonesia ketika kedua belah mengakui yang paling sah di antara kedua kubu padahal selama ini Indonesia sedang dalam keadaan yang aman, damai dan sentosa namun karena syahwat politik ingin berkuasa konflik fisik tersebut berpotensi terjadi.

"IHSG diperkirakan bergerak pada rentang 6.214 - 6.306," kata Edwin Sebayang, dalam risetnya, Senin (8/3/2021).

Sementara itu, NH Korindo Sekuritas memaparkan, ketiga indeks utama AS berhasil rebound secara signifikan pada penutupan perdagangan (05/03/2021). Pelaku pasar telah mempertimbangkan faktor paket stimulus senilai US$ 1,9 triliun yang disetujui oleh Senat AS akhir pekan lalu.

Di sisi lain, imbal hasil Treasury 10-tahun kembali menembus keatas 1,5% pasca rilis data payroll.

Awal pekan ini, investor masih akan berfokus pada dampak paket stimulus AS, pergerakan yield obligasi, serta trend pelemahan nilai tukar USD/IDR. Hari ini, menurut NH Korindo, IHSG diperkirakan akan bergerak pada rentang 6.245-6.394.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Breaking! Demokrat-Republik Sepakati Stimulus US$ 900 Miliar


(tas/tas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading