Melesat di Era Jokowi, Erick Sebut Aset BUMN Tembus Rp9.100 T

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
03 March 2021 18:59
Badan Usaha Milik Negara (BUMN). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyebut saat ini aset perusahaan BUMN telah menembus angka US$ 610 miliar. Nilai ini setara dengan Rp 9.100 triliun dengan asumsi kurs Rp 14.000 per US$.

"BUMN telah berperan dalam membentuk pembangunan ekonomi Indonesia, dan perjalanan pertumbuhannya dengan total aset sekitar US$ 650 miliar," kata Erick dalam sebuah webinar, Rabu (3/3/2021).

Dengan jumlah tersebut, kata Erick, BUMN telah menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia dan juga memberikan nilai sosial bagi masyarakat.


Untuk diketahui, angka ini lebih tinggi dibanding dengan perhitungan Kementerian Keuangan di akhir tahun lalu mencatat total aset BUMN mencapai Rp 8.400 triliun pada Desember 2020. Angka tersebut naik Rp 3.000 triliun selama periode 2015-2019.

"Aset tersebut sebagian besar di-generate oleh leveraging yang dilakukan BUMN sehingga menyebabkan rasio DER (Debt to Equity) semakin meningkat," kata Meirijal Nur, Direktur Kekayaan Negara Dipisahkan Kementerian Keuangan dalam sebuah webinar, Kamis (28/1/2021).

Total aset BUMN pada Desember 2020 yang sebesar Rp 8.400 triliun tersebut lebih besar dari aset milik pemerintah dan total pendapatan BUMN sebesar Rp 2.400 triliun.

Catatan Kementerian Keuangan, total kontribusi BUMN sepanjang tahun 2019 mencapai Rp 470 triliun, kontribusi tersebut terdiri dari dividen, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) lainnya, dan pajak.

Jika dirinci, penerimaan pajak dari BUMN pada 2019 sebesar Rp 284 triliun, PNBP lainnya Rp 135 triliun, dan dividen sekitar Rp 50 triliun. Sementara, setoran BUMN dari dividen pada 2020 ditargetkan sebesar Rp 43,8 triliun.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading