Impresif! Begini Kinerja BJBR Pada 2020

Market - Putra, CNBC Indonesia
08 February 2021 09:30
dok: BJB

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) sukses mencatatkan kinerja yang impresif di tengah pandemi corona di tahun 2020.

Apiknya kinerja keuangan BJBR sukses mengerek harga sahamnya yang berhasil tumbuh 30,80% tahun lalu di tengah pandemi corona. Angka ini jauh berada di atas indeks acuan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terpaksa terkoreksi 5,08% tahun lalu.

Meski sempat anjlok parah karena pandemi ketika ketakutan akan ketidakpastian virus corona menyerang pasar Maret lalu, BJBR berhasil bangkit dan menjadi salah satu perbankan besar dengan apresiasi saham double digit tahun lalu.


Dari posisi terendahnya pasca pandemi di angka Rp 625/unit hingga posisi penutupan tahun lalu sendiri BJBR sudah terbang 248%.

Secara kinerja keuangan, menurut laporan keuangan bulanan September 2020 bank only unaudited BJBR mencatat bahwa pendapatan bunga bersih di tahun ini berada di angka Rp 4,45 triliun atau kenaikan sebesar 7,22% dari posisi bulan yang sama tahun lalu yang berada di angka Rp 4,15 triliun.

Meskipun demikian tercatat beban operasional non bunganya terpaksa naik tipis menjadi Rp 2,93 triliun dari posisi bulan yang sama tahun lalu di angka Rp 2,64 triliun dengan pos kenaikan terbesar terjadi di beban tenaga kerja yang naik dari Rp 1,35 triliun menjadi Rp 1,76 triliun.

Walaupun terjadi kenaikan beban operasional, namun BJBR tetap membukukan kenaikan laba bersih dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,52 triliun, naik 1,3% dari sebelumnya Rp 1,50 triliun.

Selanjutnya, tercatat total aset berhasil meningkat pesat 20% ke angka Rp 140,81 triliun. Salah satu kenaikan pos aset terbesar dicatatkan oleh pemberian kredit dan piutang yang naik dari posisi tahun lalu di angka Rp 81,48 triliun menjadi Rp 88,59 triliun atau kenaikan 8,7%.

Dari sisi dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun tercatat pos tabungan yang biasanya menjadi sumber dana murah, berhasil melesat 12,6% ke angka Rp 20,28 triliun sedangkan simpanan berjangka melesat kencang 34,8% ke angka Rp 60,51 triliun. Pos giro sendiri turun tipis 4,3% ke angka Rp 28,33 triliun.


Untuk laporan keuangan full year 2020, memang masih belum dirilis perseroan. Akan tetapi outlook kinerja keuangan BJBR di kuartal terakhir cukup positif mengingat pelonggaran PSBB yang terjadi di kuartal terakhir. Selain itu, ada faktor bahwa model bisnis Bank bjb pada dasarnya terdampak minimal dari pandemic yang terjadi ini,

Dengan dilonggarkan PSBB tentunya hal ini akan memutar kembali perekonomian sehingga kredit-kredit yang tadinya macet dapat lancar kembali yang kemudian akan menekan angka NPL sehingga tingkat pencadangan akan turun dan laba bersih akan naik.

Hal ini juga didorong dengan mulai berangsur pulihnya aktivitas ekonomi dan masyarakat pada 2021. Hal ini tentu akan kembali mendorong berputranya roda perekonomian, daya beli masyarakat kembali pulih, demikian juga kemampuan bayar debitur terhadap perbankan.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading