Dahlan Iskan: Banyak 'Mayat Hidup' di BUMN

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
05 February 2021 18:30
Dahlan Iskan/Foto: detik/Hasan Alhabshy

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) periode 2011-2014, Dahlan Iskan menilai kementerian perlu melakukan pembersihan terhadap perusahaan pelat merah yang sudah menjadi 'mayat hidup'. Langkah ini salah satunya dilakukan untuk mengurangi jumlah perusahaan yang sangat banyak.

Dahlan mengatakan banyak perusahaan BUMN yang dinilai sudah tidak layak beroperasional namun tak kunjung dilikuidasi karena tersendat oleh proses yang panjang.

"Bahkan ada yang sebenarnya tidak layak disebut perusahaan, yang seperti itu matikan saja. Kalau menurut saya itu sudah jadi mayat tapi belum dikubur sehingga namanya masih ada tapi ga bernapas, cuma belum dikubur padahal ga bernapas," kata Dahlan dalam wawancara dengan CNBC Indonesia TV, Jumat (5/2/2021).


Sehingga menurut dia, dengan iklim politik yang dinilai kondusif, sangat tepat untuk 'mengubur mayat' yang sudah lama mati ini.

Hal ini bisa menjadi bagian dari konsolidasi BUMN yang saat ini tengah dilakukan oleh Menteri BUMN saat ini. Sebab, jumlah perusahaan BUMN sejak dahulu sangat banyak, dengan konsolidasi dan menutup perusahaan yang sudah tidak hidup akan menjadi lebih baik.

Menurut Dahlan, konsolidasi dengan pembentukan holding ini dinilai ideal menjadi sebanyak 20-25 holding. Perusahaan-perusahaan ini bisa dikelompokkan berdasarkan kriteria tertentu, perusahaan yang skalanya sudah kecil bisa digabung dengan perusahaan yang lebih besar size-nya.

"Jadi sederhana BUMN ada 25 dan di bawah holding jadi anak. Bisa bebas bergerak karena statusnya anak perusahaan BUMN," terang dia.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading