Sri Mulyani: Sistem Keuangan dalam Kondisi Normal!

Market - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
01 February 2021 16:51
Ilustrasi Rupiah dan Dollar di teller Bank Mandiri, Jakarta, Senin (07/5). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih melemah. Rupiah melemah 0,32 % dibandingkan penutupan akhir pekan lalu. Harga jual dolar AS di  bank Mandiri Rp. 14.043. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menilai kondisi atau status stabilitas sistem keuangan Indonesia berada dalam kondisi normal pada kuartal IV-2020. Ekonomi yang semakin membaik membuat stabilitas sistem keuangan terjaga.

"Stabilitas sistem keuangan berada dalam kondisi normal di tengah perekonomian yang membaik. Sinergi kebijakan antar-otoritas melalui langkah-langkah dan bersifat luar biasa untuk mengatasi pandemi telah mampu mendorong perbaikan ekonomi secara bertahap dengan stabilitas tetap terjaga," kata Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan yang juga Ketua KSSK, dalam konferensi pers secara virtual, Senin (1/2/2021).

Pada paruh kedua 2020, lanjut Sri Mulyani, kondisi makroekonomi terus membaik. Ini didukung oleh pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)dan perbakan ekonomi global. 


Ke depan, Sri Mulyani menegaskan bahwa tren pemulihan ekonomi masih akan terjadi. Didukung oleh kemajuan dalam penanganan pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid19) dalam bentuk vaksin.

"Beberapa lembaga multilateral memperkirakan ekonomi global tumbuh pada kisaran 5% pada 2021. Ini akan menaikkan volume perdagangan internasional dan juga mendorong harga komoditas global. 

"Sementara ketidakpastian di pasar keuangan trennya menurun seiring dengan ekspektasi perbaikan kinerja ekonomi global juga dengan kebijakan fiskal AS yang baru dilantik serta likuiditas global yang relaltif besar dan suku bunga yang tetap terjaga rendah," jelas Sri Mulyani. 


(aji/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading