IHSG Ambles 7%, Perhatikan Baik-Baik Saham Ini!

Market - Chandra Dwi, CNBC Indonesia
30 January 2021 15:45
Ilustrasi IHSG (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup terkoreksi pada perdagangan Jumat (29/01/2021) akhir pekan ini, yakni terkoreksi 1,96% ke level 5.862,35.

Alhasil, selama sepekan, IHSG sudah terkoreksi 7,05% dan sepanjang Januari tahun ini, IHSG sudah melemah 1,95%.

Data perdagangan mencatat investor asing melakukan aksi jual bersih Rp 347,89 miliar di pasar reguler sepanjang pekan ini, dengan nilai transaksi mencapai Rp 86,4 triliun.


Sepanjang pekan ini, hanya sedikit sentimen positif yang hadir di global maupun domestik. Kebanyakan sentimen negatif yang mendominasi pasar keuangan.

Sentimen negatif yang pertama datang dari dalam negeri, di mana pelemahan IHSG hingga kembali ambrol ke bawah level psikologis 6.000 adalah terkait virus corona (Covid-19) di Indonesia, yakni perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dan kasus positif yang sudah menyentuh 1 juta.

Pada kamis pekan lalu hingga awal pekan ini, sentimen dari perpanjangan penerapan PPKM menjadi pemberat laju pergerakan IHSG. PPKM yang harusnya selesai pada Senin (25/1/21) lalu terpaksa kembali diperpanjang lantaran tak terbendungnya jumlah kasus terjangkir virus Covid-19.

Keputusan perpanjangan PPKM tersebut itu disampaikan oleh Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto dalam keterangan pers di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (21/1/2021). Adapun PPKM diperpanjang dua pekan hingga 8 Februari mendatang.

Selanjutnya, kasus positif yang telah menyentuh 1 juta juga menjadi pemberat IHSG untuk menguat.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan hingga Kamis lalu, total pasien baru atau kasus terjangkit Covid-19 bertambah 13.695 orang sehingga totalnya 1.037.993 orang.

Kasus baru tersebut ditemukan pada 54.114 orang yang selesai menjalani tes Covid-19 pada hari ini. Dengan jumlah tersebut maka dari setiap 4 tes Covid-19 ditemukan 1 kasus positif.

Kemenkes juga mencatat setidaknya ada 476 kasus kematian dalam sehari terakhir. Rekor ini memecahkan rekor yang tercipta sehari sebelumnya yakni 387 kasus kematian.

Total kasus kematian akibat Covid-19 di RI menembus 29.331 orang. Sementara itu, pasien sembuh bertambah 10.792 orang dalam sehari sehingga totalnya menjadi 842.122 orang.

Ambruknya Wall Street juga menjadi pemicu koreksi IHSG pada pekan ini, terpantau indeks acuan Paman Sam terkoreksi lebih dari 2% pada penutupan perdagangan Rabu (27/1/21) waktu AS.

Koreksi Wall Street di zona merah dengan koreksi yang cukup parah tentu saja bisa menjadi sentimen negatif tersendiri bagi Bursa Asia termasuk IHSG. Depresiasi bursa Paman Sam bisa menyebrang benua dan menjadi penyebar ketakutan di pasar dimana bisa saja menyebabkan indeks acuan kalah sebelum bertanding.

Seiring koreksinya IHSG pada pekan ini, beberapa saham yang masuk kategori top losers, yakni:

Berdasarkan data RTI di atas, di posisi pertama terdapat saham anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yakni PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga (AGRO). Saham AGRO terkoreksi 30,3% selama sepekan ke level Rp 805/saham.

Selanjutnya di posisi kedua ada saham emiten perbankan syariah, yakni PT Bank BRIsyariah Tbk () yang ambles 24,69% selama sepekan ke posisi Rp 2.440/saham.

Padahal, beberapa hari lagi BRIS akan melakukan merger dengan dua bank syariah lainnya yakni Bank BNI Syariah (BNIS) dan Bank Mandiri Syariah (BMS).

Sedangkan di posisi keenam, ada saham PT Bank Bukopin Tbk yang terkoreksi hingga 21,37% ke Rp 460/saham pada pekan ini.

Di tengah pelemahan parah IHSG, namun masih ada beberapa saham yang masuk ke dalam list top gainers. Adapun saham-saham yang masuk ke dalam top gainers diantaranya:

Berdasarkan data dari RTI, posisi pertama dalam saham top gainers adalah saham PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) yang meroket hingga 29,41% ke level Rp 770/saham pada pekan ini.

Selanjutnya di posisi kedua ada saham PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) yang melesat 19,59% selama sepekan ke posisi Rp 116/saham.

Adapun di posisi keenam top gainers, ada saham emiten ritel dan distribusi perangkat elektronik telekomunikasi, yakni PT Erajaya Swasembada yang melesat hingga 12,6% ke Rp 2.770/saham pada pekan ini.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading