Ditimpa Aksi Ambil Untung, IHSG Ditutup Melemah di Sesi 1

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
22 January 2021 11:41
Ilustrasi IHSG (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sempat mencicipi zona hijau, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada penutupan sesi pertama Jumat (22/1/2021), menyusul perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Indeks acuan bursa nasional tersebut turun 96 poin atau 1,5% ke 6.317,864. Sebanyak 111 saham menguat, 372 tertekan dan 124 lainnya flat. Transaksi bursa agak surut dengan nyaris 11 miliar saham diperdagangkan sebanyak lebih dari 939.000 kali.

Nilai transaksi bursa mencapai Rp 10,8 triliun, di mana investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp 68 miliar di pasar reguler, yang menunjukkan bahwa mayoritas dari mereka memilih melepas sahamnya jelang akhir pekan ini.


Saham yang mereka lepas antara lain PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang melemah masing-masing sebesar 2,6% dan 1,95% menjadi Rp 3.390 dan Rp 6.300 per saham. Nilai transaksi jual asing keduanya mencapai Rp 279,2 miliar dan Rp 146,9 miliar.

Lagi-lagi, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) masih merajai dari sisi nilai transaksi dengan total nilai Rp 2,5 triliun. Saham BUMN tambang tersebut terpangkas 6,8% atau 210 poin ke Rp 2.880 per unit.

Pada pagi tadi, IHSG sempat dibuka menguat tipis sebesar 0,09% ke 6.419,57. Namun selang 5 menit kemudian IHSG sudah berbalik minus 0,08% di level 6.408,92. Pemodal memanfaatkan momentum perpanjangan PPKM untuk melakukan aksi ambil untung (profit taking).

PPKM yang berlaku sejak 11 Januari hingga 25 Januari di kota besar Jawa-Bali tak membuahkan hasil, dengan terus meningkatnya jumlah kasus Covi-19. Oleh karenanya, pemerintah pusat memperpanjang kebijakan tersebut hingga 8 Februari mendatang.

Keputusan perpanjangan PPKM tersebut itu disampaikan oleh Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto dalam keterangan pers di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (21/1/2021).

Dari luar negeri, kabar buruk datang dari Amerika Serikat (AS) di mana tim Presiden Joe Biden menegaskan bahwa sikap pemerintah AS terhadap China tak akan berubah. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa perang dagang masih akan terus berkobar dan merusak prospek pemulihan ekonomi dunia.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading