Saham BTEL akan Terlempar dari Papan Perdagangan Bursa RI

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
20 January 2021 11:42
esia Bakrie Telecomm (rou/detikINET)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pencatatan saham emiten telekomunikasi Grup Bakrie, PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) berpotensi dihapuskan atau delisting dari Bursa Efek Indonesia.

Informasi ini disampaikan disampaikan Kepala Divisi Penilaian Perusahaan I, Adi Pratomo Aryanto dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan, Irvan Susandy melalui surat No.: Peng-00001/BEI.PP1/01-2021.

Bursa dapat menghapus pencatatan saham emiten apabila perusahan mengalami kondisi, atau peristiwa, yang secara signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha emiten, baik secara finansial atau secara hukum, atau terhadap kelangsungan status perusahaan terbuka, dan emiten tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai.


Selanjutnya, saham satu emiten disuspensi di pasar reguler dan pasar tunai, hanya diperdagangkan di pasar Negosiasi sekurang-kurangnya selama 24 bulan terakhir.

"Saham Perseroan [BTEL] telah disuspensi selama 20 bulan dan masa suspensi akan mencapai 24 bulan pada tanggal 27 Mei 2021," bunyi pengumuman bursa, dikutip Rabu (20/1/2021).

Mengacu struktur kepemilikan saham perseroan sampai dengan 30 Juni 2020, PT Huawei Tech Investment tercatat menggenggam kepemilikan 16,8%. PT Mahindo Agung Sentosa 13,6%, PT Era Bhakti Persada 5,5%.

Selanjutnya, Raiffeisen Bank International dengan kepemilkan 6%. PT Bakrie & Brothers Tbk 0,1% dan saham publik 58%.

"Bursa meminta kepada publik untuk memperhatikan dan mencermati segala bentuk informasi yang disampaikan oleh Perseroan," tulis Bursa.

Sebagai tambahan informasi, saat ini BEI sedang memproses penghapusan pencatatan saham atau delisting atas emiten yang bergerak di bidang investasi, PT Polaris Investama Tbk (PLAS).

Selain PLAS, beberapa nama emiten yang juga berpotensi terdepak dari bursa antara lain emiten milik terdakwa kasus Jiwasraya seperti PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM), PT Hanson International Tbk (MYRX), PT Armidian Karyatama Tbk (ARMY), hingga PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO).


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading