Bikin Analisis Saham BJTM, Kali Ini Kaesang Dikritik Netizen

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
15 January 2021 10:35
Cerita Kaesang Dapat Warisan Bisnis dari Gibran/ Lynda Hasibuan

Jakarta, CNCB Indonesia - Kaesang Pangarep kembali menjadi pembicaraan di media sosial Twitter setelah dirinya mengunggah postingan analisis teknikal saham PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM). Netizen ramai mengkritik analis teknikal yang di posting Kaesang di laman twitternya. 

Dalam unggahannya pagi ini, Kaesang menyebutkan BJTM bisa menembus area Rp 1.000/saham jika bisa menembus harga Rp 845/saham.

"Hanya referensi, bukan perintah untuk jual ato beli," tulis Kaesang, Jumat (15/1/2021).


"BJTM apabila tembus di atas 845, bisa berpotensi melaju ke area fibonacci extension 1.61 di area sekitar 1000," tulis postingan tersebut.

Namun sayangnya postingan ini justru membuat sejumlah followersnya resah karena analisis teknikal yang dilakukannya.

Salah satu akun @hanmula meretweet postingannya ini dengan komentar, "Lu narik fibo harus cek tren nya gimana, ga bisa narik 1 candle mang."

Akun lainnya justru berkomentar bahwa postingan seperti yang dibuat oleh Kaesang justru merusak cara investasi investor muda.

"Tweet gini nih yang merusak cara berinvestasi para investor baru dan muda.. nanti yang muda-muda pda jadi pengikut bukan belajar analisa sndiri," tulis akun @Hengky_Julian.

Masih bagain dari positngan tersebut, cuitan lainnya disampaikan oleh aku @kurirpahala. Dia mengeluhkan saham ini menjadi overprice setelah adanya postingan ini, padahal selama ini dia menyicil untuk beli saham BJTM.

"Setuju bet mas, (pa)dahal saya mau jadi investor tetap bjtm, karena harga murah bisa dicicil dan deviden nya yg asik tapi keknya per hari ini jadi overprice," kata dia.

Hingga perdagangan pagi ini pukul 10.16 WIB, saham BJTM mengalami kenaikan 7,69% ke harga Rp 910/saham. Dalam enam bulan terakhir saham ni telah naik 80,20% dan tiga bulan terakhri kenaikannya 71,70%.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading