Awal Pekan Bursa Asia Ditutup Mixed, Bursa China Terparah

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
11 January 2021 16:44
Passersby are reflected on an electronic board showing the exchange rates between the Japanese yen and the U.S. dollar, the yen against the euro, the yen against the Australian dollar, Dow Jones Industrial Average and other market indices outside a brokerage in Tokyo, Japan, August 6, 2019.   REUTERS/Issei Kato

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Asia ditutup bervariasi pada Senin (11/1/2021), di tengah dorongan Presiden terpilih Joe Biden untuk bantuan fiskal lebih yang besar.

Hanya indeks Hang Seng Hong Kong yang masih bertahan di zona hijau pada hari ini, yakni menguat 0,11%.

Sedangkan sisanya ditutup di zona merah pada hari ini, yakni indeks Shanghai Composite yang ambrol 1,08%, Straits Times Index (STI) Singapura melemah 0,31%, dan KOSPI Korea Selatan turun 0,12%.


Adapun indeks Nikkei Jepang hari ini tidak dibuka karena sedang libur nasional memperingati Hari Kedewasaan di Jepang.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini kembali ditutup melesat 2% di level 6.382,94 dan berhasil menyentuh level psikologis 6.300.

Bursa saham Asia bergerak variatif di tengah perilisan data inflasi China pada Desember 2020 yang mencatatkan pertumbuhan.

Melansir data dari Trading Economics, inflasi Negeri Panda tersebut naik 0,7 poin menjadi 0,2% secara tahunan (year-on-year/YoY). Adapun secara bulanan (month-to-month/MtM), inflasi China tumbuh 1,3 poin menjadi 0,7%.

Reli pasar saham mulai berhenti pada awal pekan ini karena investor menganalisis valuasi yang berlebihan dan beberapa tanda bahwa saham global mungkin naik terlalu cepat.

Sepekan lalu, bursa saham AS mencetak kinerja yang 'tokcer' menyambut prospek stimulus fiskal tambahan setelah Partai Demokrat menyapu bersih Kongres. Pada Jumat akhir pekan lalu, presiden terpilih Joe Biden menjanjikan stimulus ekonomi lebih besar, bernilai "triliunan dolar."

Dia menjanjikan akan memberikan lebih banyak detil pada Kamis nanti, atau enam hari jelang hari pertamanya berkantor di Ruang Oval, Gedung Putih. Kebutuhan stimulus yang lebih besar semakin mendesak menyusul buruknya data ketenagakerjaan per Desember lalu.

Di Kawasan Eropa, Perdana Menteri Prancis Jean Castex mengatakan vaksin Moderna akan tiba di Prancis pada Senin, mengutip laporan Reuters, di mana negara tersebut mempercepat upaya vaksinasi.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading