Porsi di Cadev Dunia Turun, Dolar AS Bakal Lengser Keprabon?

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
27 December 2020 13:00
foto ilustrasi dollar

Jakarta, CNBC Indonesia - Porsi dolar Amerika Serikat (AS) di cadangan devisa (cadev) dunia terus menurun dalam 2 kuartal terakhir. Berdasarkan data dari International Monetary Fund (IMF), menunjukkan total cadangan devisa global di kuartal III-2020 naik menjadi US$ 12,254 triliun, dari kuartal sebelumnya US$ 12,012 triliun.

Saat cadev global menanjak, porsi dolar AS justru menurun.

Data dari IMF menunjukkan porsi dolar AS di cadangan devisa dunia sebesar 60,4% di kuartal III-2020, turun dari kuartal sebelumnya 61,2%. Di kuartal I-2020, porsi dolar AS sebesar 61,8%, artinya sudah mengalami penurunan dalam dua kuartal beruntun.


Selain itu, nilai tukar sang raja mata uang ini juga terus merosot di tahun ini, yang tercermin dari penurunan indeksnya.

Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan mata uang Paman Sam tersebut sepanjang tahun ini merosot 6,3%, bahkan pada pekan lalu menyentuh level terendah sejak April 2018.

Reuters melaporkan beberapa analis mempertanyakan apakah dolar AS akan kehilangan dominasinya di cadangan devisa dunia, alias lengser keprabon. Sebabnya, kekuatan geopilitik AS yang dikatakan mulai memudar, beban utang yang besar, dan munculnya mata uang alternatif.

"Itu benar, dolar AS suatu hari nanti akan kehilangan statusnya. Tetapi, kemungkinan itu terjadi saat masa hidup kita sangat rendah sekali," kata David Rosenberg, kepala ekonom dan strategis di Rosenberg Research, dalam catatan yang dikutip Reuters. 

"Dominasi dolar AS sangat besar, dan tidak menunjukkan tanda-tanda kemerosotan, bahkan setelah pandemi penyakit akibat virus corona (Covid-19) berakhir" tambahnya.
Euro menjadi mata uang dengan porsi terbesar kedua di cadev, sebesar 19,22%. Porsinya di cadev tersebut masih sangat jauh dari dolar AS, sehingga akan sangat sulit untuk melengserkannya.

Kemudian yuan China porsinya hanya 2% di cadev global, dan menjadi yang terbesar kelima setelah yen Jepang dan poundsterling Inggris. Padahal China merupakan negara dengan nilai ekonomi terbesar kedua di dunia.

Melansir The Balance, sekitar 90% transaksi valuta asing dunia melibatkan dolar AS, 40% obligasi dunia diterbitkan dalam bentuk dolar AS, sehingga kebutuhan akan the greenback selalu besar. Alhasil, lengsernya dolar AS dari raja mata uang dunia memang sulit untuk terjadi dalam waktu dekat.

Dolar AS Masih Akan Melemah 2 Tahun ke Depan
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading