Medco Milik Arifin Panigoro Rugi Besar Rp 1,82 Triliun

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
01 December 2020 19:15
Medco e&p natuna temukan cadangan gas di perairan natuna. (SKK Migas)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan tambang mineral dan energi PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), sepanjang periode Januari-September 2020 membukukan kerugian bersih konsolidasi US$ 130,11 juta (Rp 1,82 triliun, asumsi kurs Rp 14.000/US$).

Kinerja ini berbanding terbalik dengan capaian perusahaan pada periode yang sama di 2019, yang tercatat laba bersih mencapai US$ 19,27 juta.

Nilai rugi per saham mencapai US$ 0,00729 dibanding dengan laba bersih per saham pada akhir September 2019 yang sebesar US$ 0,00108.

Kerugian ini salah satunya disebabkan turunnya pendapatan perusahaan 18,27% year on year (YoY) menjadi senilai US$ 792,89 juta, atau setara dengan Rp 11,10 triliun. Nilai ini turun dari kinerja hingga kuartal ketiga tahun lalu yang senilai US$ 970,24 juta.

Terjadi penurunan pendapatan pada tiga lini bisnis perusahaan. Pendapatan dari penjualan minyak dan gas turun menjadi USU$ 678,35 juta, dari sebelumnya senilai US$ 852,71 juta.

Penjualan tenaga listrik dan jasa terkait turun menjadi US$ 111,93 juta dari US$ 116,21 juta sedangkan pendapatan jasa naik menjadi US$ 2,60 juta dari sebelumnya US$ 1,31 juta.



Penurunan kinerja perusahaan milik Arifin Panigoro ini terjadi karena dampak dari permintaan energi dan harga komoditas yang turun akibat pandemi Covid-19.

Harga minyak US$ 39,5/bbl, 37% di bawah 2019 (US$ 62,5/bbl) dan harga gas US$ 5,1/mmbtu, 25% di bawah 2019 (US$ 6,9/mmbtu).

Harga minyak di triwulan III-2020 pulih ke US$ 40,6/bbl, naik 52% dari US$ 26,8 / bbl di triwulan II-2020. Namun harga gas terus turun di triwulan III-2020, dari US$ 5,2/mmbtu di triwulan II-2020 menjadi US$ 4,6/mmbtu di triwulan III-2020, karena keterkaitan kontrak dari beberapa harga kontrak gas dengan harga minyak kuartal sebelumnya.

Selain itu, kerugian juga disebabkan dari sisi operasional menyusul lubang kering di pengeboran laut dalam Meksiko, harga gas yang rendah terkait dengan harga minyak kuartal II-2020 dan berlanjutnya permintaan listrik yang rendah di Medco Power.

Sedangkan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) justru mulai membukukan laba pada kuartal III-2020 senilai US$ 21 juta. Ini pertama kalinya tambang emas ini membukukan laba sejak 2016, dengan produksi pertama dari fase 7 mendapatkan keuntungan dari harga tembaga dan emas yang lebih tinggi.

Dari segi operasional, produksi minyak dan gas Medco mencapai 100 juta barel setara minyak per hari (mboepd), sesuai target sebelumnya kendati permintaan gas terus jauh di bawah normal sebelum tingkat pandemi Covid-19.

Program pengeboran anjungan dua sumur di Kerisi, Laut Natuna Selatan Blok B PSC pada bulan Juli meningkatkan produksi minyak dan pengiriman gas.

Sedangkan proses eksplorasi komersial juga masih berlanjut di blok ini dengan sumur Bronang-2, Kaci-2, West Belut-1 dan Terubuk-5. Sumur ini akan dikembangkan untuk operasional pada 2021-2022.

Medco Power menghasilkan penjualan 1.956 GWh. Sumur eksplorasi baru-baru ini di Blawan Ijen, Jawa Timur telah menemukan reservoir uap dan sumur selanjutnya sedang dikembangkan untuk membuktikan kelayakan komersial dari pengembangan geothermal di masa depan.

Sedangkan pembangunan PLTK Riau 275MW telah selesai 91% dan fasilitas PV 26MWp di Sumbawa telah dimulai.

Pengembangan fase 7 di AMNT mulai mengakses bijih produktif dengan peningkatan produksi mulai April 2020. AMNT memproduksi 192 Mlbs tembaga dan 73 Koz emas dari bijih tambang dan pemrosesan stockpile.

Hingga periode tersebut, perusahaan telah menggelontorkan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai US$ 194 juta untuk menyelesaikan proyek Meliwis di Jawa Timur, pemboran eksplorasi di laut Natuna dan US$ 47 juta untuk pembangunan CCPP Riau dan eksplorasi panas bumi di Ijen oleh Medco Power.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para pemegang saham yang berlangganan rights issue baru-baru ini dan telah berbagi kesuksesan Medco selama 40 tahun sejarah kami. Dengan aliansi Kansai Electric, keberhasilan eksplorasi, dan AMNT kini kembali memperoleh keuntungan, sangat menyenangkan melihat Medco muncul dari masa sulit ini sebagai perusahaan yang lebih kuat," kata Hilmy Panigoro, Presiden Direktur Medco dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (1/12/2020).



[Gambas:Video CNBC]

(wed/wed)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading