Induk SCTV Caplok Rumah Sakit Omni Hospital

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
01 December 2020 14:23
Dok.Situs Omni Hospitals

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten pengelola stasiun televisi SCTV, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) mengakuisisi 71,88% saham emiten pengelola rumah sakit Omni Hospitals, PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME).

Mengacu pengumuman di laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, transaksi tersebut dilaksanakan pada Senin, 30 November 2020 di mana Grup Emtek membeli 4,24 miliar saham SAME dengan harga Rp 137 per saham. Sehingga, dari akuisis ini, EMTK menggelontorkan dana sebesar Rp 581,01 miliar.

"Dengan selesainya Akuisisi tersebut, EMTEK memiliki 4.241.000.000 saham yang mewakili 71,88% dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam SAME," tulis manajemen Emtek, Selasa (1/11/2020).


Dalam penjelasannya, pertimbangan akuisisi ini untuk memperkuat lini usaha eksisting Grup Emtek di bidang jasa pelayanan kesehatan melalui anak perusahaan.

"Akuisisi ini akan menjadikan Grup Emtek menjadi suatu perusahaan yang lebih besar yang memiliki kegiatan usaha yang beragam dengan memperluas kegiatan usaha di bidang jasa industri pelayanan kesehatan di Indonesia," ungkap manajemen.

Seperti diketahui, transaksi ini bukan merupakan transaksi afiliasi karena perusahaan tidak mempunyai hubungan afiliasi dengan SAME, selaku pengelola RS Omni Hospitals.

Sebelumnya, PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME), dalam prospektus yang disampaikan di laman keterbukaan informasi pada 21 November 2020 berencana mengakuisisi perusahaan pengelola rumah sakit milik Grup Emtek yaitu, PT Elang Medika Corpora (EMC) senilai Rp 1,25 triliun.

Jumlah saham EMC yang akan diambilalih oleh Perseroan adalah 1,25 juta saham atau setara 99,99% saham dengan nilai nominal Rp 1 juta per saham. Mengingat transaksi tersebut merupakan transaksi material karena nilai transaksi tersebut telah melebihi 50% dari ekuitas Perseroan, perseroan akan meminta restu pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan ("RUPS") yang seharusnya diselenggarakan pada 24 November 2020 namun ditunda menjadi Selasa, 1 Desember 2020.

Seperti diketahui, mengacu kepada laporan keuangan audit perseroan per 31 Juli 2020, total ekuitas Perseroan sebesar Rp 557,35 miliar, sehingga nilai transaksi tersebut mencapai 225,15% dari total SAME.

Presiden Direktur Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME), Maria Theresia Yulita menyatakan, pertimbangan akuisisi tersebut untuk untuk mendapatkan skala ekonomi lebih baik dengan adanya sinergi operasional usaha Perseroan terdiri atas 3 aspek.

Pertama, integrasi proses pengadaan termasuk pengadaan sumber daya manusia, peralatan kesehatan, dan bahan medis terkait lainnya. Kedua, penyatuan operasional penyediaan layanan kesehatan yang terintegrasi dan saling melengkapi bagi pasien dan para pengguna layanan Perseroan lainnya. Ketiga, optimalisasi pemasaran perusahaan dengan jaringan nasabah/pasien yang terkonsolidasi.

Saat ini, EMC merupakan induk perusahaan dan pemegang saham dari UNPM, Rumah Sakit EMC Sentul yang sebelumnya bernama Rumah Sakit Pertamedika Sentul dan UTPM, Rumah Sakit EMC Tangerang yang sebelumnya bernama Rumah Sakit Usada Insani yang merupakan perusahan-perusahaan yang bergerak pada kegiatan usaha aktivitas rumah sakit.

"Dengan dilakukannya transaksi, Perseroan mengharapkan adanya efisiensi dalam operasional Perseroan sehingga hal tersebut dapat memberikan kontribusi positif atas kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang," kata Theresia, Selasa (24/11/2020).


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading