Angka Pengangguran Buruk, Dow Jones Dibuka Melemah 90 Poin

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
25 November 2020 21:58
Trader Gregory Rowe works on the floor of the New York Stock Exchange, Monday, Aug. 5, 2019. Stocks plunged on Wall Street Monday on worries about how much President Donald Trump's escalating trade war with China will damage the economy. (AP Photo/Richard Drew)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka terperosok ke teritori negatif pada perdagangan Rabu (25/11/2020), menyusul aksi ambil untung pemodal usai aksi cetak rekor Wall Street kemarin.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 90 poin (-0,3%) pukul 08:30 waktu setempat (21:30 WIB) dan 25 menit kemudian memburuk jadi 157,6 poin (-0,52%) ke 29.888,61 sementara indeks S&P 500 minus 8,5 poin (-0,23%) ke 3.626,92. Namun, Nasdaq naik 34,4 poin (+0,29%) ke 12.071,14.

JPMorgan Chase dan IBM memimpin koreksi Dow Jones, setelah kompak terkoreksi lebih dari 1%. Indeks saham sektor energi dan keuangan masing-masing melemah setidaknya 1% dan menjadi pemberat indeks S&P 500.


Data pengangguran yang mengecewakan juga memperburuk sentimen pelaku pasar karena 778.000 orang dilaporkan mengajukan klaim pengangguran baru pada pekan lalu. Ekonom dalam polling Dow Jones semula hanya memperkirakan angka 733.000.

Dow Jones melompat melewati level 30.000 yang merupakan pertama kali dalam sejarah pada Selasa kemarin, alias menguat lebih dari 400 poin. Reli tersebut membawa kenaikan sepanjang November ini, yakni sebesar 13%, menjadi yang terbesar sejak 1987.

Di sisi lain, indeks S&P 500 menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa dengan naik 1,6%. Saham kapitalisasi kecil juga menyentuh rekor dengan indeks Russell 2000 melesat 2%, sehingga kenaikan November sudah mencapai 20%, atau rekor bulanan yang terbaik.

"Tembusnya Dow Jones melewati 30.000 menunjukkan capaian tonggak sejarah yang tercapai secara manasuka, tetapi juga menangkap sentimen bagi investor," tutur Scott Knapp, Kepala Perencana Pasar CUNA Mutual Group, sebagaimana dikutip CNBC International.

Reli dicapai di tengah kabar positif vaksin yang dibarengi kejelasan politik di AS. Investor menyambut kabar gembira dari AstraZeneca yang menyatakan rerata efikasi vaksinnya mencapai 70%. Kabar itu menimpali hasil positif pengembangan vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump muncul dalam konferensi pers singkat pada Selasa, tanpa pernyataan yang bernada frontal menyerang pemenang pemilihan presiden Joe Biden, mengindikasikan bahwa transisi sedang disiapkan untuk menyambut Joe Biden di Gedung Putih.

Pasar juga senang dengan kabar Janet Yellen terpilih sebagai Menteri Keuangan. Biden dalam pidato resminya untuk mengenalkan tim kabinet yang baru mengatakan bahwa dia akan "merestorasi Amerika secara global, baik kepemimpinan global maupun kepemimpinan moral."

Satu-satunya risiko yang masih membayang adalah jumlah total kasus positif corona di AS yang kini melewati angka 12,4 juta.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading