Transaksi Berjalan RI Surplus, Rupiah Bisa Balik Menguat

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
20 November 2020 13:13
Ilustrasi Rupiah dan dolar (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Meski demikian, rupiah berpeluang bangkit di paruh kedua perdagangan hari ini setelah data menunjukkan transaksi berjalan (current account) mencatat surplus.

Melansir data refinitiv, rupiah membuka perdagangan dengan stagnan di Rp 14.140/US$.Tetapi tidak lama langsung masuk ke zona merah, dan tertahan di Rp 14.170/US$, melemah 0,21% hingga pukul 12:00 WIB.

Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) mencatat surplus pada kuartal III-2020, meski tidak sebesar surplus kuartal sebelumnya. Namun yang menjadi kejutan adalah transaksi berjalan berhasil surplus setelah sembilan tahun defisit.


"NPI mencatat surplus sebesar US$ 2,1 miliar pada triwulan III 2020, melanjutkan capaian surplus sebesar US$ 9,2 miliar pada triwulan sebelumnya. Surplus NPI yang berlanjut tersebut didukung oleh surplus transaksi berjalan maupun transaksi modal dan finansial," sebut keterangan tertulis Bank Indonesia (BI), Jumat (20/11/2020).

Pada kuartal III-2020, transaksi berjalan (current account) mencatat surplus sebesar US$ 1 atau 0,4% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Transaksi berjalan menjadi faktor yang begitu krusial dalam mendikte laju rupiah lantaran arus devisa yang mengalir dari pos ini cenderung lebih stabil.

Transaksi berjalan sudah mengalami defisit sejak kuartal IV-2011, sehingga menjadi "hantu" bagi perekonomian Indonesia. Kala defisit membengkak, Bank Indonesia (BI) akan menaikkan suku bunga guna menarik hot money di pos transaksi modal dan finansial (komponen NPI lainnya) sehingga diharapkan dapat mengimbangi defisit transaksi berjalan, yang pada akhirnya dapat menopang penguatan rupiah.

Namun, kala suku bunga dinaikkan, suku bunga perbankan tentunya ikut naik, sehingga beban yang ditanggung dunia usaha hingga rumah tangga akan menjadi lebih besar. Akibatnya, investasi hingga konsumsi rumah tangga akan melemah, dan roda perekonomian menjadi melambat.

Kini dengan "hantu" CAD yang diperkirakan pergi dari Indonesia untuk pertama kalinya dalam 9 tahun terakhir, akan menjadi modal rupiah untuk menguat di sisa tahun ini.

Peluang bangkitnya rupiah hari ini terlihat di pergerakannya di pasar non-deliverable forward (NDF) yang menguat siang ini ketimbang beberapa saat sebelum pembukaan perdagangan.

PeriodeKurs Pukul 8:50 WIBKurs Pukul 11.54 WIB
1 PekanRp14.190,50Rp14.167,7
1 BulanRp14.228,00Rp14.202,2
2 BulanRp14.255,50Rp14.232,2
3 BulanRp14.295,50Rp14.270,2
6 BulanRp14.410,50Rp14.376,5
9 BulanRp14.543,00Rp14.514,1
1 TahunRp14.673,00Rp14.661,6
2 TahunRp15.424,00Rp15.428,0

NDF adalah instrumen yang memperdagangkan mata uang dalam jangka waktu tertentu dengan patokan kurs tertentu pula. Pasar NDF belum ada di Indonesia, hanya tersedia di pusat-pusat keuangan internasional seperti Singapura, Hong Kong, New York, atau London.

Pasar NDF seringkali mempengaruhi psikologis pembentukan harga di pasar spot. Oleh karena itu, kurs di NDF tidak jarang diikuti oleh pasar spot.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading