Nilai Transaksi Surut, IHSG Melemah 0,5% di Penutupan Sesi 1

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
13 November 2020 11:59
Laju bursa saham domestik langsung tertekan dalam pada perdagangan hari ini, Kamis (10/9/2020) usai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengumumkan akan memberlakukan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mulai Senin pekan depan.

Sontak, investor di pasar saham bereaksi negatif. Indeks Harga Saham Gabungan anjlok lebih dari 4% ke level 4.920,61 poin. Investor asing mencatatkan aksi jual bersih Rp 430,47 miliar sampai dengan pukul 10.18 WIB.  (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masuk ke jalur merah pada penutupan perdagangan sesi pertama Jumat (13/11/2020), dengan pelemahan sebesar 0,5% atau 26,7 poin ke 5.431,89.

Indeks acuan bursa nasional tersebut melemah 0,2% pada pagi tadi dan beberapa kali sempat mencoba merangsek ke zona hijau. Nilai transaksi harian kian surut menjadi Rp 4,7 triliun. Volume transaksi sebanyak 7,6 miliar saham yang berpindah tangan 417.110 kali.

Mayoritas indeks bursa saham di kawasan Asia melemah, dipimpin indeks Nikkei Jepang sebesar -0,99% dan Hangseng Hong Kong sebesar -0,55%. Pelaku pasar masih belum berani berbelanja secara agresif setelah kemarin IHSG melemah.


Sentimen positif temuan vaksin Covid-19 milik Pfizer yang memiliki efektivitas 90% kini terkalahkan oleh kekhawatiran seputar kenaikan infeksi sekarang yang dikhawatirkan memicu karantina wilayah (lockdown) dalam waktu dekat.

Kebijakan pengetatan aktivitas ekonomi tersebut dipastikan memukul kinerja emiten, sehingga investor kembali memilih mengambil posisi aman.

Investor asing yang dua hari kemarin mencatatkan pembelian bersih (net buy) pada sesi pertama, kini berbalik mencetak jual bersih (net sell) senilai Rp 130,82 miliar di pasar regular. Sebanyak 163 saham menguat, 210 lainnya melemah, dan 193 sisanya flat.

Seluruh indeks sektoral saham melemah, kecuali indeks sektor perkebunan yang masih menguat sebesar 0,7%. Indeks sektor infrastruktur memimpin pelemahan dengan koreksi 1,6% dan menyumbang pelemahan sebesar 8,8 poin terhadap IHSG.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi pemimpin koreksi dengan pelemahan sebesar 1,2% ke Rp 31.725 per unit dan sumbangan pelemahan indeks sebesar 8,2 poin. Saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) menyusul dengan koreksi 2,6% ke Rp 2.960 per unit dan sumbangan koreksi IHSG 7,1 poin.

Sebaliknya, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi penahan utama setelah menguat 0,8% ke Rp 3.980 per unit dan kontribusi penguatan IHSG sebesar 3,2 poin. Saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) menyusul dengan reli 0,7% ke Rp 1.445 per unit dengan sumbangan penguatan 1 poin terhadap indeks bursa.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading