Laba Q3 Capai Rp 14,12 T, Saham BBRI Diborong Asing Rp 297 M

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
11 November 2020 11:23
Bank Rakyat Indonesia bri (detikFoto/Ari Saputra)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menguat 1,75% di level Rp 4.070/saham jelang penutupan perdagangan sesi I, Rabu (11/11/2020) setelah perusahaan melaporkan kinerja keuangan di September 2020.

Data BEI mencatat, saham BBRI ditransaksikan mencapai Rp 770,59 miliar dengan volume perdagangan 189,56 juta saham, dengan kapitalisasi pasar Rp 502,02 triliun.

Sepekan terakhir saham BBRI naik 24%, sebulan naik 29% dan 6 bulan terakhir melesat 55%.


Asing masuk hari ini mencapai Rp 297 miliar, dengan beli bersih asing dalam sepekan terakhir perdagangan akumulatif Rp 2,45 triliun. 

Mengacu laporan keuangan, BBRI mencatatkan laba bersih konsolidasi pada 9 bulan pertama tahun ini mencapai Rp 14,12 triliun, turun 43% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp 24,78 triliun.

Laba bersih secara individual Bank BRI pada periode 9 bulan hingga September 2020 itu mencapai Rp 14,05 triliun, juga turun 43,27% dari periode yang sama tahun lalu Rp 24,77 triliun.

"Saya sampaikan bahwa prioritas yang harus kita pilih, di situasi seperti sekarang begini yang penuh ketidakpastia, kita harus pilih fixing strategi," kata Dirut Bank BRI, Sunarso, dalam konferensi pers, Rabu ini (11/11).

"Laba saya katakan tidak akan setinggi tahun lalu, tetap positif. Pilihannya kita kejar laba atau selamat dulu. Jadi kalau ditanya kejar untung atau selamat, saya sebagai CEO bank besar ini pilih selamat dulu, cari bantalan dulu," tegasnya.

Adapun pendapatan bunga bersih serta pendapatan premi secara konsolidasi pada periode tersebut mencapai Rp 53,08 triliun, turun 12,79% dari sebelumnya Rp 60,87 triliun. Sementara itu, pendapatan bunga bersih mencapai Rp 56,05 triliun, turun 7,8% dari September 2019 yakni Rp 60,8 triliun.

Di sisi lain, total penyaluran kredit bank pelat merah ini mencapai Rp 896,23 triliun, naik 2,14% dari sebelumnya, Desember 2019, yakni Rp 877,44 triliun.

Dana pihak ketiga (DPK), terbagi atas giro mencapai Rp 229,18 triliun dari Desember 2019 yakni Rp 174,93 triliun, tabungan juga naik menjadi Rp 438,91 triliun dari sebelumnya Rp 41433 triliun, dan deposito naik menjadi Rp 463,83 triliun dari sebelumnya Rp 431,94 triliun.

Aset perusahaan mencapai Rp 1.447,85 triliun dari posisi Desember 2019 Rp 1.416,76 triliun.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading