Jadi 'Korban' Vaksin Pfizer, Harga Emas Siap ke US$1.900 Lagi

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
11 November 2020 10:37
FILE PHOTO: Gold bullion is displayed at Hatton Garden Metals precious metal dealers in London, Britain July 21, 2015. REUTERS/Neil Hall/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga logam mulia emas mulai bangkit setelah anjlok signifikan dalam sehari. Harga emas kini bergerak ke level US$ 1.900/troy ons. Sebuah level di mana harga emas sebelumnya 'mondar-mandir' cukup lama. 

Rabu (11/11/2020), harga emas naik 0,12% dibanding posisi penutupan kemarin. Pada 09.20 WIB harga emas dunia di arena pasar spot dibanderol di US$ 1.879,16/troy ons.


Di awal pekan harga emas ditutup ambles 4,6% ketika Pfizer dan BioNTech melaporkan hasil analisa interim uji klinis tahap akhir kandidat vaksin Covid-19 buatannya yang dinilai memiliki tingkat keampuhan 90%. 

Risk appetite para investor membaik dan membuat mereka beralih ke aset-aset yang lebih berisiko terjadi tekanan pada harga emas. Namun harga emas yang anjlok membuat para investor memanfaatkan momentum ini untuk melakukan aksi beli. 

Tekanan jual yang terjadi sehingga membuat harga emas 'ambrol' dinilai para analis sebagai suatu yang berlebihan. Sampai saat ini masih banyak analis yang meyakini prospek untuk logam kuning ini masih positif.

Robin Bhar, seorang analis komoditas independen, mengatakan bahwa meski berita vaksin Covid-19 terbaru negatif untuk emas, masih banyak investor yang tidak mengetahui tentang potensi vaksin.

Ole Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank, mengatakan bahwa dia juga tetap bullish pada emas dalam waktu dekat karena butuh waktu agar vaksin tersedia untuk umum.

"Virusnya bisa hilang, tapi itu tidak berarti pertumbuhan ekonomi akan berbalik dengan cepat," katanya. "Banyak kerusakan telah terjadi yang tidak dapat diperbaiki dengan mudah atau itu akan memakan banyak waktu."

Hansen menambahkan bahwa dia tidak terkejut melihat tekanan jual emas yang signifikan pada pengumuman vaksin. Dia menambahkan bahwa berita tersebut mengurangi kemungkinan pemerintah akan menyuntikkan lebih banyak stimulus ke pasar keuangan.

"Pada dasarnya, kami melihat penurunan perdagangan yang telah kami bangun selama enam bulan terakhir," katanya. "Tapi masih banyak ketidakpastian untuk mendukung rezim baru emas. Vaksin adalah berita positif, tetapi tidak mengubah narasinya. "

Meskipun ada pergeseran ekspektasi dari langkah-langkah stimulus baru, Hansen mengatakan bahwa ekonomi global masih harus ditopang dengan sejumlah stimulus ekonomi yang bernilai jumbo.

Kebijakan fiskal yang ekspansif dan moneter yang ultra longgar pada akhirnya membuat pasokan uang beredar menjadi banyak, dolar AS pun melemah, ekspektasi inflasi yang tinggi di masa mendatang dan imbal hasil riil di aset keuangan safe haven lain berupa obligasi pemerintah AS jatuh ke teritori negatif.

Narasi di atas masih tetap sama dan belum berubah. Oleh karena itu emas masih akan diuntungkan. Ketika harga emas 'longsor' para analis justru merekomendasikan untuk membeli di harga rendah atau buy on dip!

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading