Turunkan Beban, Timah Ngutang ke MIND ID untuk Refinancing

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
10 November 2020 10:28
Laba PT Timah Naik 6% di 2018 (CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Timah Tbk (TINS) bakal melakukan refinancing pinjaman modal kerjanya dari perbankan senilai US$ 100 juta (Rp 1,45 triliun, asumsi kurs Rp 14.500/US$). Perseroan mendapatkan fasilitas pembiayaan dari induk usahanya PT Inalum (Persero)/MIND ID (shareholder loan/SHL).

Langkah ini dilakukan untuk menurunkan biaya bunga perusahaan dan mendapatkan bunga yang lebih murah.

Direktur Keuangan Timah Wibisono mengatakan upaya ini dilakukan perusahaan untuk terus menekan beban keuangan hingga akhir tahun nanti sehingga diharapkan kinerja perusahaan akan jauh lebih baik dibanding dengan periode sebelumnya.


"Kuartal empat kita berusaha agar lebih baik, kan dari awal tahun mulai membaik, harapannya semakin membaik dari kuartal tiga. Saya tidak bilang akan rugi tidak ada, tapi peluang untung juga ada, tapi akan berusaha lebih baik," kata Wibisono di Jakarta, Senin (9/11/2020).

Dia menyebutkan, total pinjaman perbankan hingga awal November 2020 lalu nilainya mencapai Rp 6,6 triliun, sedangkan pinjaman dalam dolar nilainya mencapai US$ 129 juta. Pinjaman tersebut didapatkan dari perbankan, baik lokal maupun asing.

Efisiensi biaya yang bisa didapat perusahaan dengan adanya SHL ini yakni penurunan bunga pinjaman dari sebelumnya di kisaran 2,55% hingga lebih dari 3% bisa diturunkan menjadi di bawah 2,5%.

Seperti diketahui, hingga September 2020 lalu beban keuangan perusahaan mencapai Rp 533,03 miliar, naik dari akhir September 2019 yang senilai Rp 525,11 miliar.

Posisi utang bank jangka pendek sebesar Rp 4,74 triliun turun sebesar 46,10% dari posisi akhir tahun lalu yang sebesar Rp 8,79 triliun.

Sedangkan utang jangka panjang naik menjadi Rp 3,69 triliun dari posisi akhir tahun lalu yang senilai Rp 3,14 triliun.

Namun demikian, secara kuartalan telah terjadi perbaikan Gross Profit Margin (GPM) pada kuartal ketiga sebesar 6,40% dari sebelumnya di kuartal kedua 3,13%. Net Profit Margin (NPM) meningkat dari sebelumnya -4,89% menjadi -2,15%.

Selain itu, EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) pada kuartal III-2020 sebesar Rp 850,36 miliar meningkat jika dibandingkan kuartal II-2020 yang sebesar Rp 338,72 miliar.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading