Saham BRIS Balik Arah, Ternyata Ini Dia Pemborongnya

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
23 October 2020 14:02
Laju bursa saham domestik langsung tertekan dalam pada perdagangan hari ini, Kamis (10/9/2020) usai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengumumkan akan memberlakukan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mulai Senin pekan depan.

Sontak, investor di pasar saham bereaksi negatif. Indeks Harga Saham Gabungan anjlok lebih dari 4% ke level 4.920,61 poin. Investor asing mencatatkan aksi jual bersih Rp 430,47 miliar sampai dengan pukul 10.18 WIB.  (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia- Harga saham PT Bank BRISyariah Tbk (BRIS) berhasil bangkit dan memangkas koreksinya setelah tadi pagi dibuka anjlok ke level Auto Reject Bawahnya (ARB).

Terpantau pada penutupan perdagangan sesi pertama Jumat (23/10/20) harga BRIS terkoreksi 3,46%di level Rp 1.255/saham setelah sempat melesat naik 4,62%.

Transaksi BRIS kembali ramai pada perdagangan hari ini dengan nilai transaksi mencapai Rp 702 miliar pada pertengahan perdagangan hari ini dengan dana asing yang kembali masuk Rp 8,3 miliar.


Broker yang banyak memborong saham BRIS di harga ARB-nya sendiri adalah PT Samuel Sekuritas (IF) yang membeli saham BRIS sebanyak 251 ribu lot di harga rata-rata Rp 1.212/unit dekat dengan harga ARB BRIS yakni Rp 1.210/unit dan menjadi broker bertransaksi besar dengan pembelian rata-rata terendah di saham BRIS hari ini.

Selain IF, data perdagangan mencatat broker-broker lain yang getol membeli BRIS di harga ARB-nya hari ini adalah PT Semesta Indovest Sekuritas (MG) dan PT Jasa Utama Capital Sekuritas (YB).

Sedangkan broker dengan beli bersih saham BRIS terbanyak tengah hari ini jatuh kepada PT Valbury Sekuritas (CP) dengan beli bersih sebanyak 63.674 lot saham BRIS.

Data BEI mencatat, saham BRIS memang sejak kemarin lusa terkoreksi menyentuh level ARB-nya selama dua hari perdagangan berturut-turut, dampak dari harga cash offer (penawaran pembelian saham oleh pengendali bagi pemegang saham minoritas yang tidak setuju dengan merger bank syariah BUMN) saham BRIS yang hanya berada di kisaran Rp 781/saham. Harga Rp 781/saham ini sendiri didapatkan dari valuasi harga wajar BRIS oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Suwendho, Rinaldy dan Rekan.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading