Capex Adaro Tahun Ini Diproyeksikan Capai Rp 2,96 T

Market - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
20 October 2020 20:40
FILE PHOTO: The logo of PT Adaro Energy as seen at PT Adaro Energy headquarters in Jakarta, Indonesia, October 20, 2017. REUTERS/Beawiharta/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Adaro Energy Tbk (ADRO) memproyeksikan belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun ini sebesar US$ 200 juta atau sekitar Rp 2,96 triliun (asumsi kurs Rp 14.800 per US$).

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Keuangan Adaro Lie Luckman dalam diskusi bersama wartawan secara virtual pada Selasa (20/10/2020).

Menurutnya, mayoritas belanja modal ini dialokasikan untuk pengembangan anak usaha di sektor pertambangan yakni PT Adaro Indonesia, Balangan Coal Companies, dan Adaro MetCoal Companies (AMC) sebesar US$ 130 juta atau sekitar Rp 1,9 triliun. Kemudian sisanya sebesar US$ 70 juta atau sekitar Rp 1 triliun akan digunakan untuk lainnya, termasuk Maritim Barito Perkasa (MBP).


"Capex tahun ini sekitar US$ 200 juta, dialokasikan untuk mining company yakni Adaro Indonesia, Balangan, AMC sekitar US$ 130 juta dan sisanya US$ 70 juta, salah satunya untuk MBP," paparnya dalam diskusi bersama wartawan secara virtual dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-28 Adaro pada Selasa (20/10/2020).

Di sisi lain, untuk pengembangan coking coal (batu bara kokas), menurutnya pihaknya tengah mempelajari jalur-jalur logistik pendistribusiannya terlebih dahulu. Pada tahun ini produksi coking coal dari AMC ditargetkan bisa mencapai 1-1,1 juta ton.

"Mudah-mudahan tahun depan produksi coking coal bisa double dari tahun ini," harapnya.

Sebelumnya, Adaro memperkirakan terjadi penurunan produksi batu bara sebesar 10% dari target tahun ini sebesar 54-58 juta ton seiring dengan sentimen kondisi pasar baru bara dunia saat ini di tengah dampak pandemi Covid-19.

"Memperhatikan kondisi pasar batubara saat ini, maka kami mengantisipasi penurunan produksi dengan kisaran 10% dibanding pencapaian tahun lalu, atau pada kisaran bawah target tahun ini yaitu 54-58 juta ton," kata Febriati Nadira, Head of Corporate Communication Adaro Energy, dalam pernyataan resmi, di Jakarta, Kamis (30/7/2020).


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading