Jelang Rilis Kinerja, Pasar Berjangka Wall Street Tak Kompak

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
13 October 2020 18:34
Specialist trader Meric Greenbaum works at his post on the floor of the New York Stock Exchange, (NYSE) in New York, U.S., March 22, 2018. REUTERS/Brendan McDermid

Jakarta, CNBC Indonesia - Kontrak berjangka (futures) indeks bursa Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (13/10/2020) bergerak menyamping, karena pemodal menanti kinerja keuangan emiten AS sembari memantau perkembangan negosiasi stimulus.

Kontrak futures indeks Dow Jones Industrial Average melemah 136 poin atau 0,5%. Namun, kontrak serupa indeks S&P 500 cenderung flat dan indeks Nasdaq malah menguat 1% berkat reli saham Apple.

Musim laporan keuangan kuartal III-2020 dimulai pada Selasa diawali emiten kelas kakap seperti JPMorgan Chase, Citigroup, Johnson & Johnson dan Delta Air Lines. Kinerja pada kuartal III diperkirakan anjlok signifikan, tetapi pasr berharap akan ada kejutan positif.


Pada Senin investor memutar kepemilikannya ke saham siklikal dan teknologi setelah muncul kabar terbaru soal paket stimulus. Presiden AS Donald Trump menyerukan Kongres menyetujui paket bantuan pandemi senilai US$ 1,8 miliar setelah paket bernilai lebih besar berakhir buntu.

"Ini sulit dibilang terkait dengan stimulus," ujar Jim Paulsen, Kepala Perencana Investasi Leuthold Group, kepada CNBC International. Indeks S&P 500 naik lagi mendekati rekor tertingginya didorong saham sektor teknologi, komunikasi, dan konsumer.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 250 poin dan S&P 500 melonjak 1,6% setelah kenaikan saham Apple sebesar 6,4%. Saham teknologi memimpin sehingga indeks Nasdaq meloncat 2,56%.

Saham sektor teknologi masih akan menjadi fokus pada Selasa, karena Apple akan merilis produk iPhone terbarunya yang sempat tertunda karena pandemi, dan akan menyiapkan ponsel pertamanya yang kompatibel dengan teknologi 5G.

Analis Morgan Stanley' Katy Huberty dalam laporan risetnya menyebutkan bahwa ini akan menjadi "perhelatan iPhone paling signifikan dalam beberapa tahun,". Saham Apple pun melanjutkan reli, sebesar 2%, pada sesi pra-pembukaan.

Saham Amazon juga naik, sebesar 1,5% di sesi pra-pembukaan menyusul reli sebesar 4,8% pada Senin. Kenaikan terjadi mengantisipasi ajang Prime Day yang merupakan ajang online shopping terbesar tahunan, menurut NPD, yang melibatkan 57% konsumen e-commerce.

Di sisi lain, saham Disney meroket lebih dari 4% di sesi pra-pembukaan setelah mengumumkan reorganisasi bisnis streaming, dengan membentuk raksasa bisnis media yang terpusat dan fokus pada distribusi konten, penjualan iklan, dan Disney+.

Departemen Tenaga Kerja akan merilis Indeks Harga Konsumen (IHK) September berbarengan dengan pembukaan pasar. Ekonom dalam polling FactSet memperkirakan inflasi sebesar 0,2% didorong kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading