Trump Diduga Melunak, Bursa AS Terindikasi Naik di Pembukaan

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
09 October 2020 18:41
A specialist trader works at his post on the floor of the New York Stock Exchange, (NYSE) in New York, U.S., March 22, 2018. REUTERS/Brendan McDermid

Jakarta, CNBC Indonesia - Kontrak berjangka (futures) indeks bursa Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (8/10/2020) menguat, didorong ekspektasi bahwa Presiden AS Donald Trump melunak dan memulai kembali negosiasi stimulus.

Kontrak futures indeks Dow Jones Industrial Average naik 120 poin, mengimplikasikan indeks tersebut bakal dibuka menguat sebesar 100 poin. Kontrak serupa indeks S&P 500 dan indeks Nasdaq juga menguat.

Drew Hammill, Wakil Kepala Staf Nancy Pelosi, mengirim cuitan di akun Twitter-nya, menyebutkan bahwa Ketua DPR dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin telah berbicara selama 40 menit, dengan berfokus menentukan apakah ada prospek kesepakatan soal stimulus.


"Menkeu dengan jelas menyatakan kepentingan Presiden untuk mencapai kesepakatan," ujarnya. Cuitan itu diunggah setelah Pelosi menyatakan bahwa dia tak akan mendukung stimulus bagi maskapai AS jika tak dibarengi stimulus untuk sektor lain.

Kabar itu mengafirmasi arah positif pembicaraan, sebagaimana yang dikatakan Presiden AS Donald Trump dalam wawancara dengan Fox News pada Kamis pagi. Dia mengatakan bahwa pihaknya dan Partai Demokrat telah memulai kembali "pembicaraan yang sangat produktif."

"Pembicaraan stimulus kini mendikte pergerakan pasar dalam basis harian," tutur Keith Buchanan, Manajer Portofolio GLOBALT sebagaimana dikutip CNBC International. Dia menilai retorika sekarang mengindikasikan kemajuan negosiasi, yang jadi kunci pemulihan ekonomi.

Federal Reserve (The Fed) dan pemerintah AS telah mengucurkan triliunan dolar untuk membantu ekonomi terus berputar selama masa pandemi. Pada awal tahun, The Fed meluncurkan program pembelian obligasi di pasar primer dan sekunder.

Di sisi lain, Trump meluncurkan paket senilai US$ 2,2 triliun yang memasukkan tunjangan pengangguran dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) ke warga AS. Namun, bank sentral AS menyerukan adanya stimulus kedua untuk membantu pemulihan ekonomi.

Carl Icahn, miliarder pemilik Icahn Enterprises, pada Kamis mengatakan kebijakan baru tersebut "sangat efektif" untuk membantu ekonomi dan bursa saham. Oleh karenanya, dia memilih posisi beli di bursa saham karena stimulus masih bakal datang dan berlanjut.

"Banyak saham yang anda kira harganya sudah kemahalan tapi masih menguat... menurut saya ini berkah stimulus," tuturnya.

Investor juga menggali kabar perawatan corona. GenMark Diagnostics mengumumkan bahwa Balai Obat dan Makanan AS (Food and Drug Administration) telah memberikan izin darurat bagi perseroan untuk melakukan tes screening untuk flu, corona, dan jenis virus lainnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading