Erick Thohir Kebut Holding BUMN Penerbangan Cs, Ini Updatenya

Market - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
01 October 2020 15:13
Erick thohir di Kawasan Industri Terpadu Batang, 30 Juni 2020 (BPMI 2020)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pembentukan holding BUMN pariwisata dan pendukung tengah dikebut. Menteri BUMN Erick Thohir sudah membentuk satuan-satuan tugas kepada para calon anggota holding untuk mempercepat pembentukan.

Direktur Keuangan PT Angkasa Pura I, Andi S. Bratamihardja menjelaskan bahwa pihaknya juga masuk sebagai salah satu calon anggota holding pariwisata dan pendukung. Ia menjelaskan, nantinya holding ini berisi perusahaan BUMN yang terkait dengan aviasi, parawisata, dan retail.

"Kalau dari bagian kita, kan dibentuk kayak gugus tugas. Ada yang mempersiapkan wadahnya, strukturnya, ada juga yang diminta untuk planning sinergi daripada misalnya rute. Itu kan misalnya antara airlines dan bandara secara keseluruhan, bukan hanya AP I saja tapi AP II dan national carier Garuda," ungkapnya dalam sebuah bincang virtual, Kamis (1/10/20).


Pada anggota lainnya, ada tugas pula untuk merumuskan demand creation. Hal ini meliputi trobosan-trobosan, atau inisiatif yang bisa dilakukan holding ini ke depannya dengan bersinergi dengan kelembagaan pemerintah lainnya.

"Ada yang short term, pemulihannya seperti apa dan menciptakan medium term, long term demand. Yang akan memperbaiki kinerja dari airlines, bandara, retail dan parawisata," urainya.

Adapun mengenai timeline, menurutnya sepenuhnya menjadi kebijakan Kementerian BUMN. Pembentukan holding ini merupakan shareholder action yang tentu membutuhkan perangkat-perangkat baik secara legal dan administrasi negara untuk mempersiapkan.

"Tapi PR yang ada di kita sebagai salah satu anggota dan ini sama dengan anggota yang lain adalah mempersiapkan transfer tersebut. Dari kepemilikan negara menjadi dimiliki oleh induk perusahaan holding," urainya.

Saat ini, dia bilang bahwa sudah ditentukan calon perusahaan yang bakal jadi induk dari holding pariwisata dan pendukung. Hanya saja, dia tak menyebutkan perusahaan mana yang dimaksud.

"Pada saat ini sudah ditentukan calonnya yang jadi induk perusahaan holding. Yang lagi disiapkan tentunya rumahnya itu harus bersih dari pihak ketiga. Sementara kita harus jelas berapa nilai saham yang akan dialihkan dari pemerintah ke perusahaan holding. Jadi itu PR yang sedang dilaksanakan," katanya.

Sejalan dengan itu, perangkat hukum pembentukan holding juga disiapkan. Dia menyebut, aturan ini penting sebagai landasan pengalihan saham perusahaan yang nantinya akan jadi anak-anak perusahaan induk holding.

"Jadi itu semua sedang diramu. Targetnya memang di awal 2021 sudah ditargetkan keluar produk hukumnya, PP-nya di 2021. Tentunya begitu itu terbit kita semua harus berherak cepat untuk melaksanakan eksekusi dari pembentukan holding company tersebut dan dimasukan anak-anaknya di bawahnya."

"Pada saat ini defenitif tanggal masih belum ada, tapi yang bisa kami kasih informasi bahwa pemerintah tak mau berlama-lama, karena di tahun 2021 produk-produk sinerginya sudah jadi. Jadi diharapkan di awal 2021 PP-nya sudah keluar dan tidak lama dari itu anak-anaknya akan ditransfer kepemilikannya dari pemerintah," lanjutnya.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading