Bursa Asia Hijau Kecuali Jepang, IHSG Bisa Tenang Nih

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
30 September 2020 08:52
Laju bursa saham domestik langsung tertekan dalam pada perdagangan hari ini, Kamis (10/9/2020) usai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengumumkan akan memberlakukan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mulai Senin pekan depan.

Sontak, investor di pasar saham bereaksi negatif. Indeks Harga Saham Gabungan anjlok lebih dari 4% ke level 4.920,61 poin. Investor asing mencatatkan aksi jual bersih Rp 430,47 miliar sampai dengan pukul 10.18 WIB.  (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Asia pada pembukaan Rabu (30/9/2020) dibuka dengan mayoritas hijau, kecuali indeks Nikkei Jepang yang dibuka melemah pada hari ini.

Tercatat indeks Nikkei Jepang pada pagi hari ini dibuka melemah 0,18%, indeks Hang Seng di Hong Kong menguat 1,17%, Shanghai di China terapresiasi 0,26% dan indeks STI Singapura yang naik 0,27%.

Sedangkan untuk indeks KOSPI di Korea Selatan hari ini libur memperingati hari Chusok atau festival bulan purnama.


Data ekonomi yang dirilis di Zona Asia hari ini adalah data purchasing managers' index (PMI) China pada September 2020. Tercatat indeks PMI Manufaktur China September 2020 sebesar 51,5, naik 0,5 poin dari sebelumnya di angka 51.

Sedangkan indeks PMI non-manufaktur China Pada September 2020 sebesar 55,9 atau naik 0,7 poin dari sebelumnya di angka 55,2. Hal ini mengindikasikan bahwa perekonomian Negara Panda tersebut mulai membaik.

Bursa Asia menghiraukan dengan penutupan bursa Amerika Serikat (AS), Wall Street yang kembali ditutup melemah pada perdagangan Selasa (29/9/2020) waktu AS.

Pelemahan bursa saham Negara Paman Sam tersebut karena investor sedang mengamati debat perdana calon Presiden AS berikutnya yang sudah dilaksanakan dari pukul 08:00 Waktu Indonesia Barat (WIB).

Tercatat Dow Jones melemah 0,5% ke level 27.452,66, S&P 500 merosot 0,5% ke 3.335,4 dan Nasdaq turun 0,3% ke 11.085,25.

Debat perdana calon Presiden AS akan menghadirkan petahana Donald Trump yang didukung Partai Republik, melawan Joe Biden yang didukung Partai Demokrat.

Debat berlangsung hanya beberapa hari setelah laporan New York Times mengungkap bahwa Trump mengemplang pajak selama 10 kali dalam 15 tahun terakhir.

Perlu diketahui, dalam jajak pendapat, Biden memang unggul dari Trump. Namun jika Trump memenangkan debat pertama ini, bisa saja konstilasi politik berubah.

"Investor berhati-hati jelang debat presiden pertama malam ini," tulis AFP mengutip sebuah catatan Schwab.

 

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sambut Happy Weekend, Bursa Asia Ijo Royo-royo Gaes!


(chd/chd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading