Internasional

Jelang Debat Perdana Trump-Biden, Bursa Asia Ditutup Variatif

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
29 September 2020 17:00
People walk by an electronic stock board of a securities firm in Tokyo, Tuesday, Dec. 3, 2019. Asian shares slipped Tuesday, following a drop on Wall Street amid pessimism over U.S.-China trade tensions. (AP Photo/Koji Sasahara)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham di kawasan Asia pada penutupan Selasa (29/9/2020) ditutup terpantau bervariatif. Tercatat, indeks Nikkei Jepang menguat 0,12% dan Hang Seng Hong Kong melemah 0,85%.

Sementara itu, data perdagangan mencatat indeks Shanghai di China juga naik 0,21%, STI Singapura terdepresiasi 0,46% dan KOSPI Korea Selatan yang terpantau melesat 0,86%.

Adapun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini ditutup melemah 0,56% di level 4.879,09. Padahal, IHSG sempat berada di zona hijau sepanjang perdagangan sesi 1 hari ini.


Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi jual bersih sebanyak Rp 445 miliar di pasar reguler hari ini dengan nilai transaksi hari ini menyentuh Rp 6,9 triliun.

Bursa saham Asia ditutup bervariasi hari ini karena para pelaku pasar sedang memantau debat pertama antara Presiden AS Donald Trump dan penantangya dari Partai Demokrat Joe Biden. 

Pelaku pasar juga berhati-hati memantau perkembangan virus corona di seluruh dunia, setelah angka kematian menembus 1 juta, dengan lebih dari 33 juta orang terkonfirmasi mengidap penyakit berbahaya tersebut.

Investor juga memantau kemajuan pembahasan stimulus di Kongres AS yang jika disetujui bakal memicu ekspektasi ekonomi bakal bertahan positif. Sebaliknya, jika kembali tertunda, bakal berujung pada koreksi bursa.

Partai Demokrat telah menurunkan nilai paket stimulus yang diajukannya menjadi US$ 2,2 triliun dari sebelumnya US$ 2,4 triliun.

Paket itu termasuk bantuan terhadap pengangguran, subsidi langsung kepada rumah tangga, bisnis kecil, dan pinjaman terhadap sektor penerbangan yang terpukul parah oleh corona (Covid-19).

Di Eropa, pelaku pasar memantau perkembangan negosiasi antara Inggris dan Un Eropa terkait rencana mereka untuk berpisah (British Exit/Brexit). Mereka juga memantau sentimen ekonomi Zona Euro dan indeks keyakinan konsumen Benua Biru.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading