Bursa Asia Hijau, Tak Aman Sebab Nikkei & Hang Seng Merah

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
29 September 2020 11:22
Passersby are reflected on an electronic board showing the exchange rates between the Japanese yen and the U.S. dollar, the yen against the euro, the yen against the Australian dollar, Dow Jones Industrial Average and other market indices outside a brokerage in Tokyo, Japan, August 6, 2019.   REUTERS/Issei Kato

Jakarta, CNBC Indonesia - Kinerja bursa saham utama Asia siang ini bergerak di zona hijau, kecuali indeks Nikkei Jepang yang masih di zona merah dan indeks Hang Seng di Hong Kong.

Pada pukul 11:00 WIB, indeks Nikkei melemah 0,12%, Hang Seng turun 0,40%, indeks Shanghai di China terapresiasi 0,39%, STI Singapura naik 0,59% dan KOSPI dari Korea Selatan yang naik 0,80%.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada waktu yang sama menguat 0,45% ke level 4.928,47. Pada pembukaan hari ini, IHSG dibuka menguat 0,46% ke level 4.929,33.


Bursa saham acuan dunia negeri Paman Sam, Wall Street ditutup bervariatif pada penutupan dini hari tadi (29/9/20).

Dow Jones terapresiasi 1,51%, S&P 200 naik 1,62%, kemudian Indeks Nasdaq terbang 1,87% setelah pidato Juru Bicara House of Representative Amerika Serikat (AS), Nancy Pelosi membangkitkan kembali harapan paket stimulus corona.

Sektor finansial terutama banking menjadi pemenang pada perdagangan kemarin menyusuk harapan bahwa kongres dapat setuju terhadap stumulus yang menyebabkan ekspektasi investor bahwa laju pemulihan ekonomi dapat bertahan.

"Kita dapat menyelesaikan hal ini," ujar Pelosi kepada MSNBC, yang dimaksud Pelosi dapat diselesaikan tentunya adalah rencana partai Demokrat untuk menerbitkan paket stumulus senilai 2,4 triliun US$ meski White House harus setuju meningkatkan pengeluaran.

Paket stimulus fiskal ini termasuk bantuan terhadap pengangguran, subsidi langsung kepada rumah tangga, bisnis kecil, dan pinjaman terhadap sektor penerbangan yang terpukul parah oleh corona (Covid-19).

Sentimen yang dinanti para pelaku pasar tentunya adalah debat pertama Presiden AS Donald Trump melawan kandidat presiden dari partai Demokrat yakni Joe Biden dalam debat pertama dari tiga debat menuju kursi presiden. Pemilu di AS sendiri tinggal 36 hari lagi.

Debat pertama ini akan menjawab pandangan kedua calon terhadap kebijakan mengenai kesehatan di tengah pandemi Covid-19 yang mengacaukan keamanan negara dan imigrasi.

Trump juga mungkin akan mendapat pertanyaan mengenai pajaknya setelah media The New York Times merilis berita yang mengejutkan pada Minggu (27/9/20) yang menunjukkan bahwa selama 2 dekade presiden AS tersebut tidak membayar pajak dan hanya membayar US$ 750 ketika terpilih menjadi presiden.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sambut Happy Weekend, Bursa Asia Ijo Royo-royo Gaes!


(chd/chd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading