Analisis Teknikal

Ada Peluang IHSG ke 5.000 Lagi, Sudah Siap Serok?

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
23 September 2020 08:25
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia, Kamis 26/3/2020 (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 1,31% ke 4.934,09 pada perdagangan Selasa kemarin.

Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi jual bersih Rp 668 miliar di pasar reguler dengan nilai transaksi mencapai Rp 6,8 triliun.

Skandal pencucian uang bank raksasa dunia, kemungkinan karantina (lockdown) di Inggris, aksi jual Wall Street, hingga rencana amandemen undang-undang Bank Indonesia (BI) memberikan pukulan bagi IHSG, serta aset lainnya.


Hal tersebut diperparah dengan ramalan resesi Indonesia oleh Menteri Kuangan Sri Mulyani Indrawati. 

Faktor-faktor tersebut masih akan mempengaruhi pergerakan pasar keuangan dalam negeri hari ini, Rabu (23/9/2020).

Meski demikian, penguatan bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street bisa menjadi inspirasi IHSG untuk menguat hari ini.

Selain Wall Street, indeks saham Inggris (FTSE) juga menguat meski Perdana Menteri Boris Johnson kembali melakukan sejumlah pengetatan guna meredam penyebaran penyakit virus corona (Covid-19).

Pergerakan bursa saham di negara-negara Barat tersebut menjadi indikasi sentimen pelaku pasar yang mulai membaik, atau setidaknya aksi bargain hunting yang berpeluang membawa IHSG ke zona hijau.

Secara teknikal, level 5.163 terbukti menjadi resisten yang kuat menahan penguatan IHSG. Pada Selasa (15/9/2020) lalu, IHSG gagal melewati 5.163 dan akhirnya merosot, hingga akhirnya ke bawah level psikologis 5.000.

Level 5.163 merupakan Fibonnaci Retracement 50% pada grafik harian, sehingga menjadi resisten/support yang kuat. Fibonnaci tersebut ditarik dari level tertinggi September 2019 di 6.414 ke level terlemah tahun ini 3.911 pada grafik harian.

jkseGrafik: IHSG Harian
Foto: Refinitiv

Indikator stochastic pada grafik harian bergerak turun mendekati wilayah jenuh jual (oversold).

Stochastic merupakan leading indicator, atau indikator yang mengawali pergerakan harga. Ketika Stochastic mencapai wilayah overbought (di atas 80) atau oversold (di bawah 20), maka suatu harga suatu instrumen berpeluang berbalik arah.

Dengan stochastic yang belum mencapai oversold, artinya ruang pelemahan IHSG masih terbuka lebar.

Namun, melihat grafik 1 jam, indikator stochastic sudah berada di wilayah oversold, sehingga membuka peluang untuk bangkit pada hari ini.

jkseGrafik: IHSG 1 Jam
Foto: Refinitiv

Support terdekat berada di 4.930, selama tertahan di atasnya IHSG berpotensi menguat ke 4.970. IHSG berpeluang kembali ke level psikologis 5.000 jika mampu menembus level tersebut.

Sementara jika support ditembus, IHSG berisiko melemah ke 4.895, sebelum menuju kisaran 4.867 yang merupakan Fib. Retracement 38,2%.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading