FinCEN Leak Guncang Bursa RI, Saham Bank-bank RI Diobral

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
22 September 2020 09:35
Pengunjung melintas di depan layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Kamis, 12 Maret 2020. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5,01% ke 4.895,75. Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dihentikan sementara (trading halt) setelah  Harga tersebut ke 4.895,75 terjadi pada pukul 15.33 WIB.  (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham domestik pada perdagangan hari ini, Selasa (22/9/2020) drop lebih dari 1% saat pembukaan perdagangan.

Saham-saham bank diobral investor dan menjadi pemicu kemerosotan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) saat pembukaan perdagangan IHSG ambles 1,03% ke level 4.947,73. Berselang 15 menit, IHSG terkoreksi 1,17% ke level 4.940,83.


Saham-saham yang menjadi pendorong koreksi IHSG pagi ini, antara lain saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang ambles 1,61%. Lalu saham PT Bank Rakyat Indoenesia Tbk (BBRI) turun 2,51%, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) drop 2,74%, dan saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) minus 1,31%.

Skandal bank raksasa global terkait transaksi ilegal menjadi perhatian investor.

Skandal perbankan global mencuat setelah FinCEN Files, milik biro khusus Kementerian Keuangan AS, yang berisi sekumpulan dokumen penting nan rahasia di dunia perbankan dan keuangan, bocor ke publik.

Dokumen itu berisi 2.500 lembar halaman, sebagian besar adalah file yang dikirim bank-bank ke otoritas Amerika Serikat (AS) antara tahun 1999 sampai 2017.

Di dalam file tersebut terdapat skandal penggelapan dana hingga pengemplangan pajak dari lembaga keuangan besar dunia. Terdapat penjelasan soal bagaimana beberapa bank terbesar di dunia mengizinkan kriminal mentransaksikan "uang kotor" ke seluruh dunia dan nilainya mencapai sekitar US$ 2 triliun.

Ada 5 bank besar yang disebut dalam file tersebut, HSBC, JPMorgan Chase, Deutsche Bank, Standard Chartered dan Bank of New York Mellon.

CNBC International yang mengutip radio Jerman, Deutsche Welle melaporkan Deutche Bank dicurigai memfasilitasi lebih dari setengah nilai transaksi tersebut.

Selain itu, investor tampaknya juga khawatir dengan rencana Dewan Perwakilan Rakyat dan Pemerintah yang akan membahas amandem UU Bank Indonesia. Pelaku pasar khawatir, independensi BI akan diusik karena ada intervensi dari pemerintah.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading