Kecewa Tak Bagi Dividen, Saham Gudang Garam Rontok 5% Lebih

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
28 August 2020 14:30
Gudang Garam
foto : https://www.gudanggaramtbk.com/

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) langsung anjlok dalam pada perdagangan jelang penutupan sore ini, Jumat (28/8/2020), setelah perseroan memutuskan tidak membagikan dividen atas laba bersih 2019. Investor tampaknya kecewa dengan keputusan perseroan tidak membagikan dividen.

Berdasarkan data perdagangan BEI, hingga pukul 14.20 harga saham dengan kode GGRM ambles 5,44% ke level harga Rp 49.075/unit. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp 303,04 miliar. 

"Investor tampaknya kecewa dengan kebijakan tak bagi dividen," tulis salah satu analis di pasar modal, dikutip Jumat (28/8/2020).


Hari ini Gudang Garam memutuskan tidak membagikan dividen dari laba bersih tahun buku 2019. Keputusan ini ditetapkan dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang dilaksanakan Jumat ini (28/8/2020).

Hasil RUPS memutuskan laba Gudang Garam seluruhnya dialokasikan sebagai laba ditahan.

"Menyetujui penetapan laba Perseroan untuk tahun buku 2019 seluruhnya dimaksukkan dalam akun saldo laba dan akan digunakan untuk menambah modal kerja sehingga perseroan tidak membagikan dividen kepada pemegang saham perseroan untuk tahun buku 2019," demikian disebutkan dalam poin ketiga hasil RUPS, dikutip Jumat ini.

Langkah ini merupakan pertama kalinya dalam beberapa tahun belakangan perseroan tidak membagikan dividen. Pada 2019, Gudang Garam membagikan dividen tunai kepada pemegang saham sebesar Rp 5 triliun atau setara dengan 2.600 per saham untuk tahun buku 2018.

Pada 2019 Gudang Garam membukukan laba bersih Rp 10,80 triliun sepanjang tahun lalu atau tumbuh 40% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018 yakni Rp 7,79 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan Senin (30/3/2020) laba bersih bersih per saham (earnings per share) naik menjadi Rp 5.655 dari sebelumnya Rp 4.055.

Kenaikan laba bersih itu seiring dengan pendapatan perusahaan yang juga naik 15,47% menjadi Rp 110,52 triliun dari sebelumnya Rp 95,71 triliun.

Di sisi lain, beban penjualan juga naik menjadi Rp 87,74 triliun dari sebelumnya Rp 77,06 triliun, dengan laba kotor mencapai Rp 22,78 triliun dari Rp 18,64 triliun,

Tahun lalu, total aset perusahaan naik menjadi Rp 78,65 tribun dari Rp 69,10 triliun, di mana ekuitas naik menjadi Rp 50,93 triliun dari Rp 45,15 triliun dengan jumlah kewajiban total Rp 27,72 triliun dari Rp 23,96 triliun.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading