Kabar Muram dari Nota Rapat The Fed, Wall Street Ambruk!

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
20 August 2020 07:41
Trader Timothy Nick works in his booth on the floor of the New York Stock Exchange, Thursday, Jan. 9, 2020. Stocks are opening broadly higher on Wall Street as traders welcome news that China's top trade official will head to Washington next week to sign a preliminary trade deal with the U.S. (AP Photo/Richard Drew)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sempat dibuka menguat, bursa saham Amerika Serikat (AS) menutup perdagangan Rabu (19/8/2020) atau Kamis pagi waktu Indonesia, di jalur merah menyusul buruknya prospek ekonomi di pandangan bank sentral AS yang tercermin dari risalah rapat mereka pada Juli.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) melemah 85,19 poin (-0,1%) ke 27.692,88 dan indeks Nasdaq tertekan 0,6% ke 11.146,46. Sementara itu, indeks S&P 500 yang sempat mencetak rekor tertinggi baru pada Selasa, justru surut 0,4% ke 3.374,85 pada dini hari tadi.

Dalam risalah rapat Juli, The Federal Reserve (The Fed) menulis bahwa "krisis kesehatan masyarakat yang berlangsung sekarang bakal menggelayuti aktivitas ekonomi, lapangan kerja, dan inflasi dalam jangka pendek dan memberikan risiko yang cukup besarĀ terhadap outlook ekonomi dalam jangka menengah."


Kondisi ekonomi AS pada Juli memang masih buruk, sehingga The Fed menahan suku bunganya di level mendekati nol, guna memberikan dukungan moneter bagi perekonomian.

Senada dengan bursa saham, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS menguat yang berarti harganya sedang tertekan oleh aksi jual. Harga emas juga ikut melemah merespons rilis risalah rapat tersebut.

"Mencapai level tertinggi sepanjang sejarah bisa jadi tumbukan sesaat yang cepat terlupakan di pasar yang mengarah ke tren bullish baru," tutur Jim Paulsen, Kepala Perencana Investasi Leuthold Group, kepada CNBC International.

Pelaku pasar juga terus memantau perkembangan kasus corona di AS yang kini dilaporkan terus menurun, tetapi pemerintah terus berhati-hati karena pelajar telah diizinkan kembali bersekolah.

Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengkritik partai Demokrat karena menolak berdiskusi mengenai paket bantuan pandemi skala yang lebih kecil. Namun, Politico melaporkan bahwa Ketua DPR AS Nancy Pelosi menyatakan kesediaannya untuk memangkas beberapa tuntutan.

Saham peritel kemarin menjadi pemberat meski Walmart dan Home Depot melaporkan kinerja kuartal yang lebih baik dari perkiraan pasar. Saham Kohl anjlok lebih dari 14% setelah perseroan merilis ramalan yang kurang bagus pada musim liburan nanti.

Pelaku pasar juga bakal memantau rilis risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal, yang digelar bank sentral AS pada Juni lalu.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading